Xigduo XR 10/1000 mg Tablet
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Acehat Grand WisataBekasi , JBIn stock
-
Apotek Toha CikarangKabupaten Bekasi , JBIn stock
-
Apotek Acehat CibuburKabupaten Bogor , JBIn stock
-
Apotek Plaza MedikaKota Jakarta Barat , JKIn stock
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
-
Apotek Dwi Sapta NawamiTangerang Selatan , BTIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki masa kadaluarsa yang cukup sehingga Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi
Xigduo XR adalah obat antidiabetes oral kombinasi tetap pelepasan bertahap (Extended Release / XR). Memadukan dapagliflozin (golongan inhibitor SGLT2 yang membuang kelebihan gula melalui urin) dan metformin hydrochloride (golongan biguanida penekan produksi glukosa hati).
Indikasi
Terapi diabetes melitus tipe 2 pada pasien dewasa untuk meningkatkan kontrol glikemik yang tidak terkontrol dengan monoterapi metformin.
Komposisi
Dapagliflozin 10 mg dan Metformin Hydrochloride 1000 mg per tablet lepas lambat.
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa: 1 tablet sekali sehari, atau sesuai instruksi spesifik dokter spesialis endokrin.
Aturan Pakai: Diminum 1 kali sehari pada pagi hari bersama makanan. Tablet wajib ditelan utuh; dilarang membelah, mengunyah, atau menggerus tablet agar sistem pelepasan bertahap tidak rusak.
Kontraindikasi
Gangguan fungsi ginjal berat (eGFR < 30 mL/menit), asidosis metabolik (termasuk asidosis laktat dan ketoasidosis diabetik), serta gangguan hati berat.
Efek Samping
Diare, mual, muntah, infeksi saluran kemih, kandidiasis vulvovaginal (infeksi jamur kelamin), poliuria (sering kencing), pusing, dan risiko dehidrasi.
Kategori Kehamilan & Menyusui
Kategori D: Kontraindikasi digunakan pada trimester kedua dan ketiga kehamilan karena risiko toksisitas pada ginjal janin.
Principal
PT AstraZeneca Indonesia
Nomor Izin Edar (NIE)
DKI1827900217D1
Golongan Obat
Obat Keras (Logo K Merah - Harus dengan Resep Dokter)
Perhatian & Catatan Tambahan
Pastikan asupan cairan tubuh terpenuhi secara adekuat untuk mencegah risiko dehidrasi dan hipotensi. Monitor fungsi ginjal (eGFR) secara berkala.