Cotrimoxazole 480 mg Tablet
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Plaza MedikaKota Jakarta Barat , JKIn stock
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi
Cotrimoxazole 480 mg adalah sediaan obat antibiotik kombinasi tetap (fixed-dose combination) generik esensial yang memadukan dua zat aktif: Sulfamethoxazole (golongan antibiotik sulfonamida) dan Trimethoprim. Kedua komponen ini bekerja secara sinergis memblokir dua tahapan berurutan dalam jalur biosintesis asam folat bakteri patogen. Efek ganda ini mengubah sifat obat yang awalnya menghambat (bakteriostatik) jika bekerja sendiri-sendiri, menjadi membunuh bakteri (bakterisid) berspektrum luas untuk membasmi berbagai infeksi bakteri gram positif maupun gram negatif.
Indikasi
Pengobatan infeksi sistemik akut yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap Cotrimoxazole, meliputi:
-
Infeksi Saluran Kemih (ISK) tanpa komplikasi.
-
Infeksi saluran pernapasan seperti eksaserbasi akut bronkitis kronis dan otitis media akut (infeksi telinga tengah).
-
Infeksi saluran pencernaan, seperti shigellosis (disentri bakteri) dan demam tifoid/paratifoid jika antibiotik lini pertama tidak dapat digunakan.
-
Pencegahan (profilaksis) dan pengobatan infeksi paru Pneumonia Pneumocystis jirovecii (PCP), yang umum terjadi pada pasien dengan penurunan daya tahan tubuh berat.
Komposisi
Tiap 1 tablet mengandung:
-
Sulfamethoxazole 400 mg.
-
Trimethoprim 80 mg.
-
(Total kekuatan zat aktif per tablet: 480 mg).
Dosis dan Aturan Pakai
-
Dosis Dewasa dan Anak Usia > 12 Tahun Standar: 2 tablet (960 mg), diminum 2 kali sehari.
-
Dosis Infeksi Berat: Dosis dapat ditingkatkan oleh dokter hingga 3 tablet (1440 mg), diminum 2 kali sehari.
-
Interval Konsumsi: Wajib dikonsumsi secara teratur dengan jeda waktu yang konstan (misalnya setiap 12 jam sekali).
-
Aturan Pakai: Wajib dikonsumsi segera sesudah makan bersama segelas air putih penuh. Regimen terapi antibiotik ini wajib dihabiskan secara tuntas sesuai instruksi resep dokter, meskipun gejala atau rasa sakit sudah hilang di tengah jalan, guna mencegah risiko kekebalan bakteri (resistensi antibiotik).
Kontraindikasi
-
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap Sulfamethoxazole, Trimethoprim, obat golongan sulfonamida lainnya (seperti beberapa obat diabetes sulfonilurea atau diuretik tertentu).
-
Penderita gangguan fungsi hati yang berat atau kerusakan parenkim hati yang nyata.
-
Penderita gangguan fungsi ginjal berat di mana klirens kreatinin tidak dapat dipantau.
-
Pasien dengan anemia megaloblastik yang dipicu oleh defisiensi (kekurangan) asam folat.
-
Wanita hamil pada trimester ketiga dan bayi baru lahir usia di bawah 2 bulan (karena risiko kernikterus).
Efek Samping
-
Umum: Gangguan saluran pencernaan berupa mual, muntah, kehilangan nafsu makan, atau diare ringan.
-
Kulit: Ruam kulit ringan, gatal (urtikaria).
-
Langka namun Serius: Reaksi hipersensitivitas berat seperti Sindrom Stevens-Johnson (SSJ) atau Necrolysis Epidermal Toxica (NET), serta gangguan sel darah (seperti leukopenia atau trombositopenia).
Kategori Kehamilan & Menyusui
-
Kategori D: Komponen Trimethoprim bertindak sebagai antagonis folat yang dapat meningkatkan risiko cacat tabung saraf pada janin jika dikonsumsi pada trimester pertama kehamilan. Komponen Sulfamethoxazole yang dikonsumsi menjelang persalinan (trimester ketiga) berisiko menggeser ikatan bilirubin bayi dan memicu kernikterus (kerusakan otak bayi akibat penumpukan bilirubin kuning). Obat ini dikontraindikasikan bagi wanita hamil dan menyusui.
Perhatian & Peringatan Keamanan
-
Cegah Kristaluria (Penting): Pastikan pasien meminum banyak air putih (minimal 1,5 hingga 2 liter per hari) selama menjalani terapi dengan obat ini. Hidrasi yang melimpah sangat krusial untuk mencegah pengendapan obat dan terbentuknya kristal di dalam ginjal (kristaluria).
-
Peringatan Tanda Alergi: Hentikan konsumsi obat ini segera dan langsung periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala awal alergi parah berupa ruam kemerahan atau keunguan di kulit, lepuhan di area mulut/mata/alat kelamin, yang disertai dengan demam tinggi.
-
Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit defisiensi enzim G6PD, karena obat golongan sulfa dapat memicu pecahnya sel darah merah (anemia hemolitik).
-
Simpan tablet di tempat yang kering, sejuk (di bawah suhu 30°C), terhindar dari paparan cahaya matahari langsung, serta jauh dari jangkauan anak-anak.
Informasi Produk & Legalitas
-
Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah dalam lingkaran hitam). Harus dengan resep dokter.
-
Produsen/Principal: Generik (Tersedia secara luas dari berbagai industri farmasi seperti PT Kimia Farma, PT Dexa Medica, PT Ifars, dll.).
-
Nomor Izin Edar (NIE): GKL9807105010A1
(Nomor Registrasi di atas merupakan contoh kode pendaftaran generik PT Ifars. Nomor dapat bervariasi di apotek tergantung pada pabrikan stock generik yang tersedia)