Langsung ke informasi produk
Constipen Sirup 120 ml

Constipen Sirup 120 ml

Rp 98.182

Tersedia di Lokasi Berikut

  • Apotek Plaza Medika
    Kota Jakarta Barat , JK
    In stock
  • Apotek Nico Sehat Rawamangun
    Kota Jakarta Timur , JK
    In stock

Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang

Deskripsi

Constipen Sirup 120 ml adalah sediaan obat pencahar (laksatif) bermerek dalam kemasan botol besar produksi PT Combiphar. Sirup ini mengandung Lactulose (Laktulosa) yang bekerja sebagai laksatif osmotik. Di dalam usus besar, laktulosa akan dihidrolisis oleh bakteri kolon menjadi asam-asam organik berbobot molekul rendah. Proses ini meningkatkan tekanan osmotik lokal dan menarik cairan dari jaringan sekitar ke dalam lumen usus, sehingga volume feses meningkat, teksturnya menjadi lebih lunak, dan gerakan peristaltik usus terstimulasi untuk mempermudah proses Buang Air Besar (BAB).

Indikasi

  • Pengobatan untuk konstipasi kronis (sembelit membandel atau kesulitan BAB jangka panjang).

  • Terapi penanganan dan pencegahan ensefalopati hepatik sistemik portal (termasuk kondisi pre-koma hepatik dan koma hepatik).

Komposisi

Tiap 5 mL sirup mengandung:

  • Laktulosa murni 3,335 gram.

Dosis dan Aturan Pakai

1. Dosis Konstipasi Kronis (3 Hari Pertama / Dosis Awal)

  • Dewasa (Kasus Berat hingga Sedang): 15–30 mL (3 hingga 6 sendok takar) per hari, diberikan sebagai dosis tunggal atau dibagi dalam 2 jadwal konsumsi. Dosis dapat disesuaikan hingga 45 mL pada kasus berat.

  • Dosis Pemeliharaan Dewasa: 10–25 mL per hari.

  • Anak Usia 7 – 14 Tahun: 15 mL (3 sendok takar) per hari sebagai dosis awal, dengan dosis pemeliharaan 10–15 mL per hari.

  • Anak Usia 1 – 6 Tahun: 5–10 mL (1 hingga 2 sendok takar) per hari.

  • Bayi di bawah Usia 1 Tahun: 5 mL (1 sendok takar) per hari.

2. Dosis Ensefalopati Hepatik (Khusus Dewasa)

  • Dosis awal: 30–50 mL, diminum 3 kali sehari. Dosis pemeliharaan disesuaikan oleh dokter untuk mencapai target buang air besar 2–3 kali sehari tanpa memicu diare.

Aturan Pakai

Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Sangat disarankan untuk meminumnya sebagai dosis tunggal sekaligus di pagi hari pada saat sarapan. Gunakan sendok takar medis yang tersedia di dalam kemasan untuk ketepatan dosis. Jika rasanya terlalu manis, sirup ini dapat dicampurkan ke dalam segelas air, jus buah, atau susu.

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau reaksi alergi terhadap laktulosa.

  • Penderita galaktosemia (gangguan metabolik bawaan yang membuat tubuh tidak dapat menoleransi galaktosa).

  • Kondisi obstruksi atau penyumbatan mekanis total pada saluran pencernaan/usus.

  • Kondisi perforasi usus (kebocoran dinding usus) atau risiko perforasi usus.

Efek Samping

Secara umum ramah terhadap pencernaan dan ditoleransi dengan baik. Namun, pada awal penggunaan atau jika dosis terlalu tinggi, efek samping berikut dapat muncul:

  • Flatulensi (perut kembung, sering buang angin, atau perut terasa penuh gas).

  • Kram perut atau rasa tidak nyaman di area abdomen.

  • Mual dan muntah ringan.

  • Diare berlebih (jika dosis yang dikonsumsi terlalu besar), yang dapat memicu risiko dehidrasi atau kehilangan elektrolit.

Kategori Kehamilan & Menyusui

  • Kategori B: Studi reproduksi pada hewan tidak menunjukkan risiko terhadap janin. Karena laktulosa bekerja murni secara lokal di dalam lumen usus dan penyerapannya ke dalam sirkulasi darah sistemik ibu dinilai sangat minimal, obat ini sering menjadi pilihan utama bagi wanita hamil yang mengalami sembelit masa kehamilan.

  • Rekomendasi: Penggunaan pada ibu hamil dan menyusui dinilai relatif aman, namun tetap disarankan untuk dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter guna memantau regimen terapi yang tepat.

Perhatian & Catatan Utama

  • Jeda Efek Klinis: Harap dicatat bahwa efek pelunakan tinja dan kelancaran BAB biasanya tidak terjadi secara instan, melainkan memerlukan waktu proses konversi bakteri usus sekitar 24 hingga 48 jam (1-2 hari) setelah konsumsi dosis pertama.

  • Perhatian Khusus Penderita Diabetes: Karena sirup ini mengandung sisa gula bebas (seperti galaktosa dan laktosa) dari proses produksinya, pasien penderita diabetes melitus harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

  • Selama menjalani terapi sembelit, pastikan kecukupan cairan tubuh terpenuhi dengan meminum air putih yang cukup serta meningkatkan konsumsi makanan tinggi serat (seperti pepaya dan sayuran).

  • Simpan botol tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering (di bawah suhu 30°C), serta terhindar dari paparan cahaya matahari langsung. Jangan dibekukan.

Informasi Produk & Legalitas

  • Golongan Obat: Obat Bebas (Logo Lingkaran Hijau).

  • Produsen/Principal: PT Combiphar - Indonesia

  • Nomor Izin Edar (NIE): DBL0938200537A1




Anda mungkin juga menyukai