Betaserc 8 mg Tablet
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Acehat Grand WisataBekasi , JBIn stock
-
Apotek Toha CikarangKabupaten Bekasi , JBIn stock
-
Apotek Acehat CibuburKabupaten Bogor , JBIn stock
-
Apotek Plaza MedikaKota Jakarta Barat , JKIn stock
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
-
Apotek Dwi Sapta NawamiTangerang Selatan , BTIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki masa kadaluarsa yang cukup sehingga Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi Produk: Betaserc 8 mg adalah sediaan obat inovator dosis terukur yang mengandung Betahistine Dihydrochloride 8 mg. Obat ini bekerja sebagai analog histamin dengan meningkatkan aliran sirkulasi darah mikro pada telinga bagian dalam (labirin) serta meregulasi transmisi neuron pada nukleus vestibular di otak. Dosis 8 mg ini memberikan fleksibilitas optimal dalam penyesuaian titrasi dosis untuk mengatasi pusing berputar, sensasi melayang, dan gangguan keseimbangan.
Indikasi Utama:
-
Penanganan simptomatik vertigo perifer ringan hingga sedang.
-
Mengatasi gejala Sindrom Meniere (pusing berputar, tinitus/telinga berdenging, dan gangguan pendengaran).
-
Meringankan sensasi pusing kliyengan atau limbung akibat gangguan mikrosirkulasi labirin telinga.
Komposisi: Setiap tablet mengandung: Betahistine Dihydrochloride 8 mg.
Dosis & Aturan Pakai:
-
Dewasa: 1–2 tablet (8 mg–16 mg), diminum 3 kali sehari (dosis harian berkisar antara 24 mg–48 mg) atau disesuaikan dengan petunjuk dokter.
-
Aturan Pakai: Ditelan utuh bersama segelas air putih sesudah makan untuk meminimalkan risiko iritasi gastrointestinal atau rasa mual.
Perhatian & Peringatan:
-
HARUS DENGAN RESEP DOKTER.
-
Pemulihan kestabilan mikrosirkulasi telinga dalam umumnya memerlukan konsumsi rutin selama beberapa hari hingga beberapa minggu sesuai petunjuk dokter.
-
Hati-hati penggunaan pada pasien dengan riwayat asma bronkial atau tukak lambung kronis.
-
Simpan pada suhu di bawah 30°C di tempat kering dan terlindung dari cahaya matahari langsung.
Kontraindikasi:
-
Penderita feokromositoma (tumor kelenjar adrenal).
-
Penderita ulkus peptikum (tukak lambung) aktif yang sedang berdarah.
-
Pasien dengan riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap Betahistine Dihydrochloride atau zat eksipien obat.
Keamanan Kehamilan & Menyusui:
-
Kehamilan (Kategori C): Data klinis pada wanita hamil masih terbatas. Hindari penggunaan selama masa kehamilan kecuali jika dinilai benar-benar esensial oleh dokter.
-
Menyusui: Belum diketahui secara pasti apakah zat aktif diekskresikan ke dalam ASI. Tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui tanpa instruksi medis.
Efek Samping: Gangguan pencernaan ringan (seperti mual, dispepsia, begah, atau nyeri ulu hati minor), sakit kepala ringan, dan ruam kulit alergi (jarang terjadi).
Golongan Produk: Obat Keras (Logo K Merah - Harus dengan Resep Dokter)
Manufaktur/Principal: PT Abbott Indonesia
Nomor Izin Edar (NIE): DKI1227000510A1