Benoson M Cream 5 g
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Acehat Grand WisataBekasi , JBIn stock
-
Apotek Toha CikarangKabupaten Bekasi , JBIn stock
-
Apotek Acehat CibuburKabupaten Bogor , JBIn stock
-
Apotek Plaza MedikaKota Jakarta Barat , JKIn stock
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
-
Apotek Dwi Sapta NawamiTangerang Selatan , BTIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki masa kadaluarsa yang cukup sehingga Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi Produk: Benoson M Cream adalah sediaan krim topikal kombinasi ganda yang memadukan Betamethasone Valerate 0.1% dengan Miconazole Nitrate 2%. Formula ini bekerja secara sinergis membasmi koloni jamur patogen (dermatofit dan ragi) sekaligus menekan respons peradangan akut, pembengkakan, kemerahan, serta rasa gatal hebat yang menyertai infeksi kulit.
Indikasi Utama: Pengobatan topikal infeksi jamur kulit (mikosis) yang disertai manifestasi peradangan, reaksi alergi, atau eksematosa yang berat, seperti:
-
Tinea cruris (infeksi jamur pada area selangkangan/lipatan paha).
-
Tinea corporis (kurap/kadas meradang pada tubuh).
-
Kandidiasis kutan (infeksi jamur Candida pada kulit).
-
Tinea pedis (kutu air / jamur kaki dengan peradangan akut).
Komposisi: Setiap gram krim mengandung:
-
Betamethasone Valerate 0.1% (1 mg/g)
-
Miconazole Nitrate 2% (20 mg/g)
Dosis & Aturan Pakai:
-
Dosis: Oleskan pada area kulit yang bermasalah sebanyak 2–3 kali sehari.
-
Aturan Pakai: Bersihkan dan keringkan area kulit terlebih dahulu. Oleskan krim secara tipis dan merata hanya pada lesi kulit yang terinfeksi. Gunakan dalam durasi terbatas sesuai anjuran dokter.
Perhatian & Peringatan:
-
HARUS DENGAN RESEP DOKTER.
-
HANYA UNTUK PEMAKAIAN LUAR (TOPIKAL KULIT).
-
Jangan menggunakan krim kombinasi ini dalam jangka panjang atau sebagai salep gatal rutin tanpa evaluasi medis.
-
Begitu gejala peradangan akut (kemerahan dan rasa gatal menyengat) mereda, disarankan untuk melanjutkan terapi dengan sediaan antijamur tunggal tanpa steroid guna menuntaskan infeksi hingga tuntas tanpa risiko penipisan kulit (atrofi).
-
Hindari kontak langsung dengan mata, rongga mulut, atau luka terbuka lebar.
-
Hindari menutup area yang diobati dengan perban kedap udara (occlusive dressing) kecuali atas anjuran dokter.
Kontraindikasi:
-
Infeksi kulit akibat virus (seperti herpes simplex, vaksinia, atau cacar air).
-
Tuberkulosis kulit atau lesi akibat sifilis.
-
Luka bakar terbuka parah.
-
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap Betamethasone, Miconazole, atau komponen basis krim ini.
Keamanan Kehamilan & Menyusui:
-
Kehamilan (Kategori C): Penyerapan sistemik kortikosteroid dapat terjadi pada penggunaan di area luas. Gunakan pada wanita hamil hanya jika dinilai memiliki manfaat klinis yang melebihi risikonya oleh dokter spesialis.
-
Menyusui: Dilarang mengoleskan krim ini pada area dada atau payudara guna mencegah sisa residu obat tertelan oleh bayi yang disusui.
Efek Samping: Dapat menyebabkan iritasi lokal ringan, rasa perih atau menyengat sesaat setelah dioleskan, kulit kering bersisik, maserasi kulit (terutama jika dioleskan terlalu tebal di area lipatan), serta risiko penipisan kulit (atrofi kutan) pada penggunaan berlebih.
Golongan Produk: Obat Keras (Logo K Merah - Harus dengan Resep Dokter)
Manufaktur/Principal: PT Bernofarm
Nomor Izin Edar (NIE): DKL9602322929A1