Bactoderm 2% Salep 10 g
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Plaza MedikaKota Jakarta Barat , JKIn stock
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki masa kadaluarsa yang cukup sehingga Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi Produk: Bactoderm Salep adalah obat antibiotik topikal yang mengandung Mupirocin 2% dalam basis salep (ointment). Basis salep yang kaya akan pelembap ini memberikan keunggulan hidrasi yang sangat baik, mampu mengunci kelembapan jaringan luka, serta melembutkan lapisan koreng kering (krusta) sehingga zat aktif Mupirocin dapat meresap secara optimal untuk menghentikan pertumbuhan dan membasmi bakteri penyebab infeksi kulit.
Indikasi Utama: Pengobatan topikal infeksi kulit primer dan sekunder akibat bakteri peka, sangat efektif untuk:
-
Impetigo krustosa (infeksi kulit dengan koreng/keropeng bernanah yang kering).
-
Furunkulosis (bisul bernanah) dan karbunkel.
-
Luka lecet, luka bakar ringan, atau luka bakar terbatas yang terinfeksi bakteri.
-
Folikulitis dan ektima.
Komposisi: Setiap gram salep mengandung: Mupirocin 2% (20 mg/g) dalam basis salep.
Dosis & Aturan Pakai:
-
Dosis: Oleskan pada area kulit yang terinfeksi sebanyak 3 kali sehari. Durasi pengobatan umumnya berkisar antara 1 hingga 2 minggu.
-
Aturan Pakai: Bersihkan dan keringkan area kulit terlebih dahulu. Aplikasikan salep secara merata pada area yang bermasalah. Area luka dapat ditutup dengan kain kasa steril jika diperlukan.
Perhatian & Peringatan:
-
HARUS DENGAN RESEP DOKTER.
-
HANYA UNTUK PEMAKAIAN LUAR (TOPIKAL KULIT).
-
Sediaan salep ini mengandung polyethylene glycol (PEG). Harap berhati-hati jika dioleskan pada luka terbuka yang sangat luas atau kulit yang rusak berat, terutama pada pasien dengan riwayat gangguan fungsi ginjal tingkat sedang hingga berat.
-
Hindari kontak langsung dengan mata, bagian dalam hidung, serta jaringan mukosa lainnya. Jika tidak sengaja terkena, segera bilas dengan air bersih mengalir.
-
Jika tidak ada perbaikan kondisi luka setelah 3–5 hari pemakaian, segera konsultasikan kembali dengan dokter.
Kontraindikasi:
-
Pasien atau individu yang memiliki riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap Mupirocin, polyethylene glycol (PEG/makrogol), atau komponen tambahan lain dalam basis salep ini.
Keamanan Kehamilan & Menyusui:
-
Kehamilan (Kategori B): Penyerapan sistemik Mupirocin melalui kulit sangat minimal, sehingga tergolong aman digunakan oleh wanita hamil di bawah pengawasan medis.
-
Menyusui: Aman digunakan, namun dilarang keras mengoleskan salep ini pada area dada atau payudara guna mencegah sisa residu obat tertelan oleh bayi yang disusui.
Efek Samping: Dapat menyebabkan timbulnya sensasi hangat/perih sementara, rasa gatal (pruritus), kemerahan (eritema), atau kulit terasa lengket dan berminyak pada area pengolesan.
Golongan Produk: Obat Keras (Logo K Merah - Harus dengan Resep Dokter)
Manufaktur/Principal: PT Ikapharmindo Putramas
Nomor Izin Edar (NIE): DKL9509310830A1