Langsung ke informasi produk
Primadex 10 Tablet

Primadex 10 Tablet

Rp 4.773

Tersedia di Lokasi Berikut

  • Apotek Plaza Medika
    Kota Jakarta Barat , JK
    In stock
  • Apotek Nico Sehat Rawamangun
    Kota Jakarta Timur , JK
    In stock

Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki masa kadaluarsa yang cukup sehingga Anda dapat menggunakannya dengan tenang

Deskripsi

Primadex Tablet adalah obat antibiotik kombinasi antimikroba spektrum luas golongan Cotrimoxazole produksi PT Dexa Medica. Sediaan ini diformulasikan untuk menangani berbagai jenis infeksi sistemik akibat bakteri gram positif dan gram negatif yang sensitif terhadap kombinasi Sulfamethoxazole dan Trimethoprim.

Mengandung Sulfamethoxazole 400 mg dan Trimethoprim 80 mg per tablet, Primadex bekerja secara sinergis melalui mekanisme penghambatan ganda dua tahap berurutan (sequential double-blockade) pada jalur biosintesis asam folat bakteri:

  1. Sulfamethoxazole (Sulfonamida): Menghambat kompetitif enzim dihidropteroat sintase, mencegah pembentukan asam dihidrofolat dari PABA.

  2. Trimethoprim: Menghambat enzim dihidrofolat reduktase, menghentikan konversi asam dihidrofolat menjadi asam tetrahidrofolat (bentuk aktif folat).

Kombinasi ini mengubah sifat individual kedua obat yang semula bakteriostatik (menghambat pertumbuhan) menjadi bakterisid (membunuh kuman) secara responsif dan efektif.

Indikasi

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK): Sistitis akut tanpa komplikasi, pielonefritis, dan ISK berulang.

  • Infeksi Saluran Pernapasan: Eksaserbasi akut bronkitis kronis, otitis media akut pada anak, faringitis, dan tonsilitis.

  • Infeksi Saluran Pencernaan: Disentri basiler (shigellosis), demam tifoid/paratifoid, dan gastroenteritis akibat bakteri sensitif.

  • Indikasi Lain: Terapi atau pencegahan pneumonia akibat Pneumocystis jirovecii (PJP/PCP).

Komposisi

Tiap tablet mengandung:

  • Sulfamethoxazole: 400 mg

  • Trimethoprim: 80 mg (Kombinasi rasio standar 5:1).

Dosis dan Aturan Pakai

Obat Keras (Antibiotik): Penggunaan dan durasi terapi harus sesuai dengan resep dokter. Regimen antibiotik wajib dihabiskan tuntas untuk mencegah terjadinya resistensi bakteri.

  • Dewasa dan Anak Usia >12 Tahun:

    • Dosis Standar: 2 tablet (800 mg Sulfamethoxazole / 160 mg Trimethoprim), diminum 2 kali sehari (setiap 12 jam, pagi dan malam hari).

    • Durasi Terapi: Umumnya diberikan selama 5 hingga 14 hari tergantung keparahan dan lokasi infeksi.

  • Waktu Konsumsi:

    • WAJIB DIKONSUMSI SEGERA SESUDAH MAKAN (pada saat perut terisi makanan utama) dan ditelan utuh bersama segelas air putih mineral untuk mengurangi risiko efek samping pada saluran cerna.

Kontraindikasi

  • Riwayat hipersensitivitas parah atau alergi terhadap Sulfamethoxazole, Trimethoprim, sulfonamida lain, atau komponen obat.

  • Pasien dengan kerusakan fungsi hati/liver berat (misalnya sirosis hepar).

  • Pasien dengan disfungsi ginjal berat (klirens kreatinin < 15 mL/menit).

  • Penderita anemia megaloblastik akibat defisiensi asam folat.

  • Bayi prematur atau bayi baru lahir (usia < 2 bulan) (risiko kernicterus).

  • Kehamilan Trimester Ketiga (kontraindikasi absolut).

Efek Samping

Dapat menimbulkan reaksi pada saluran cerna, kulit, dan sistem hematologi:

  • Saluran Cerna: Mual, muntah, perut mulas, begah, kembung, diare transien, atau radang lidah (glossitis).

  • Reaksi Alergi/Kulit: Ruam kulit, urtikaria (gatal-gatal merah). Perhatian: Jika timbul ruam parah, demam, atau sariawan meluas, segera hentikan pemakaian karena berisiko memicu reaksi berat seperti Stevens-Johnson Syndrome (SJS) atau Toxic Epidermal Necrolysis (TEN).

  • Sistem Darah & Saraf: Pusing, sakit kepala, anemia transien, leukopenia, atau trombositopenia (jarang terjadi pada terapi jangka pendek).

Kategori Kehamilan & Menyusui

  • Kehamilan (Kategori C pada Trimester 1 & 2; Kategori D pada Trimester 3):

    • Trimester 1 & 2: Digunakan hanya jika potensi manfaat medis melebihi risiko terhadap janin (Trimethoprim merupakan antagonis folat).

    • Trimester 3: KONTRAINDIKASI ABSOLUT. Sulfonamida menembus plasenta dan menggeser ikatan bilirubin pada albumin serum janin, meningkatkan risiko terjadinya akumulasi bilirubin bebas yang berisiko memicu kerusakan otak bawaan lahir (kernicterus fatal).

  • Ibu Menyusui: Sulfamethoxazole dan Trimethoprim diekskresikan ke dalam ASI. Hindari pemberian pada ibu menyusui yang memiliki bayi berusia di bawah 2 bulan atau bayi dengan defisiensi G6PD.

Perhatian & Peringatan Keamanan

Peringatan Keselamatan Penggunaan Primadex:

  1. Wajib Asupan Air Putih Cukup (Min. 2–2,5 Liter/Hari): Pasien sangat dianjurkan meningkatkan konsumsi air putih selama menjalani terapi antibiotik kotrimoksasol guna mencegah pembentukan endapan kristal garam sulfonamida di dalam ginjal dan saluran kemih (kristaluria).

  2. Hati-hati pada Defisiensi G6PD & Lansia: Risiko hemolisis pada penderita defisiensi enzim G6PD dan peningkatan risiko efek samping hematologi/kulit pada pasien usia lanjut.

  3. Wajib Dihabiskan Tuntas: Jangan menghentikan pengobatan lebih awal meskipun gejala telah membaik guna mencegah resistensi kuman obat.

  4. Simpan pada suhu di bawah 30°C, di tempat sejuk dan kering, terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Informasi Produk & Legalitas

  • Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah dalam Lingkaran Merah Bergaris Tepi Hitam). Harus dengan resep dokter.

  • Produsen / Pemegang Merek: PT Dexa Medica.

  • Kemasan: Dus, Strip @ 10 Tablet.

  • Nomor Izin Edar (NIE): BPOM DKL8105000310A1.




Anda mungkin juga menyukai