Langsung ke informasi produk
Coveram 5 mg/10 mg 30 Tablet

Coveram 5 mg/10 mg 30 Tablet

Rp 535.909

Tersedia di Lokasi Berikut

  • Apotek Plaza Medika
    Kota Jakarta Barat , JK
    In stock
  • Apotek Nico Sehat Rawamangun
    Kota Jakarta Timur , JK
    In stock

Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang

Deskripsi

Coveram 5 mg/10 mg adalah sediaan obat kardiovaskular kombinasi tetap (fixed-dose combination) produksi PT Servier Indonesia. Obat ini memadukan dosis standar Perindopril Arginine (golongan ACE Inhibitor yang bekerja merelaksasi arteri pembuluh darah) dengan dosis maksimal Amlodipine Besilate (golongan Calcium Channel Blocker / CCB yang mencegah penyempitan pembuluh darah). Regimen ini diformulasikan secara khusus untuk pasien yang memerlukan target pelebaran vaskular perifer (vasodilatasi) yang lebih kuat guna mengontrol lonjakan tekanan darah sistolik yang belum teratasi dengan terapi tunggal.

Indikasi

Manajemen pengobatan hipertensi esensial (tekanan darah tinggi) pada pasien dewasa yang kondisinya tidak terkontrol secara adekuat dengan monoterapi amlodipine atau perindopril saja, dan memerlukan kombinasi kedua zat aktif ini dalam dosis yang setara.

Komposisi

Tiap 1 tablet mengandung:

  • Perindopril Arginine 5 mg.

  • Amlodipine Besilate setara dengan Amlodipine base 10 mg.

Dosis dan Aturan Pakai

  • Dosis Dewasa Standar: 1 tablet, diminum 1 kali sehari.

  • Catatan Dosis: Penentuan dan penyesuaian dosis obat ini bersifat individual dan mutlak mengikuti petunjuk resep serta evaluasi klinis dari dokter spesialis jantung atau penyakit dalam.

  • Aturan Pakai: Wajib diminum pada pagi hari secara konsisten di jam yang sama setiap harinya. Dikonsumsi saat perut kosong (minimal 30 menit sebelum sarapan pagi) dengan bantuan segelas air putih. Tablet harus ditelan secara utuh, jangan dikunyah atau digerus.

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau reaksi alergi terhadap Perindopril, Amlodipine, obat golongan ACE inhibitor lain, atau golongan dihidropiridin (CCB) lainnya.

  • Riwayat angioedema (pembengkakan mendadak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan) terkait terapi ACE inhibitor terdahulu atau angioedema herediter/idiopatik.

  • Kondisi hipotensi (tekanan darah sangat rendah) parah dan syok kardiogenik.

  • Penyumbatan jalur keluar ventrikel kiri (seperti stenosis aorta derajat berat).

  • Gagal jantung tidak stabil pasca-infark miokard akut.

  • Wanita hamil (terutama trimester kedua dan ketiga) serta ibu menyusui.

  • Penggunaan bersamaan dengan obat yang mengandung Aliskiren pada pasien penderita Diabetes Melitus atau gangguan ginjal derajat sedang-berat.

Efek Samping

  • Efek Khas Amlodipine (Dosis Maksimal): Edema perifer (pembengkakan pada pergelangan kaki atau kaki akibat penumpukan cairan lokal), wajah memerah dan terasa hangat (flushing), serta jantung berdebar (palpitasi).

  • Efek Khas Perindopril: Batuk kering membandel dan tidak berdahak (akibat penumpukan bradikinin), serta risiko hiperkalemia (kenaikan kadar kalium darah).

  • Sistem Saraf: Pusing, sakit kepala ringan, mengantuk, atau rasa lemas (fatigue).

  • Pencernaan: Mual, nyeri perut, atau gangguan pola buang air besar (diare atau konstipasi).

Kategori Kehamilan & Menyusui

  • Kategori D: KONTRAINDIKASI MUTLAK. Penggunaan komponen ACE inhibitor (perindopril) secara klinis terbukti memberikan efek toksik yang nyata bagi janin. Paparan obat pada trimester kedua dan ketiga kehamilan dapat memicu kerusakan organ ginjal janin, oligohidramnion (cairan ketuban sedikit), hambatan pertumbuhan tulang tengkorak, hingga cacat bawaan fatal atau kematian janin.

  • Menyusui: Kontraindikasi karena Amlodipine dan Perindopril dapat diekskresikan ke dalam ASI.

Perhatian & Peringatan Keamanan

  • Kepatuhan Terapi: Jangan pernah mengubah takaran dosis atau menghentikan pengobatan secara mendadak (abrupt withdrawal) tanpa persetujuan dokter jantung Anda. Penghentian tiba-tiba pada penderita hipertensi berat berisiko memicu lonjakan tekanan darah mendadak yang berbahaya.

  • Pemantauan Mandiri: Pengecekan tekanan darah secara berkala dan mandiri di rumah sangat disarankan untuk memantau efikasi penurunan tensi serta mendeteksi risiko hipotensi (tensi terlalu rendah).

  • Selama menjalani terapi obat keras ini, pasien diwajibkan melakukan kontrol rutin untuk memantau nilai fungsi ginjal (kreatinin/ureum) serta kadar elektrolit (terutama kalium) darah secara berkala.

  • Waspadai gejala awal angioedema. Jika mendadak muncul pembengkakan di area wajah, bibir, atau sesak napas saat menelan, segera hentikan obat dan cari pertolongan medis darurat.

  • Simpan tablet di tempat yang kering, sejuk (di bawah suhu 30°C), terhindar dari kelembapan, serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Informasi Produk & Legalitas

  • Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah dalam lingkaran hitam). Harus dengan resep dokter.

  • Produsen/Principal: PT Servier Indonesia (Di bawah lisensi Les Laboratoires Servier, Prancis)

  • Nomor Izin Edar (NIE): DKI1631600710D1




Anda mungkin juga menyukai