Langsung ke informasi produk
Cortidex 0.5 mg 10 Tablet

Cortidex 0.5 mg 10 Tablet

Rp 5.114

Tersedia di Lokasi Berikut

  • Apotek Plaza Medika
    Kota Jakarta Barat , JK
    In stock
  • Apotek Nico Sehat Rawamangun
    Kota Jakarta Timur , JK
    In stock

Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang

Deskripsi

Cortidex 0.5 mg adalah sediaan obat kortikosteroid sintetik golongan glukokortikoid poten produksi PT Sanbe Farma yang mengandung Dexamethasone. Sebagai kortikosteroid dengan efek antiinflamasi kekuatan tinggi, zat aktif ini bekerja dengan cara menekan migrasi leukosit polimorfonuklear, mengurangi permeabilitas pembuluh darah kapiler, serta menghambat pembentukan mediator inflamasi (peradangan). Selain itu, obat ini bekerja menekan respons imun tubuh yang berlebihan, menjadikannya terapi lini utama untuk meredakan peradangan hebat dan reaksi alergi sistemik yang parah.

Indikasi

Terapi supresi inflamasi (peradangan) dan manifestasi alergi parah yang memerlukan penanganan kortikosteroid, meliputi:

  • Penyakit saluran napas seperti asma bronkial berat kronis.

  • Penyakit kulit seperti dermatitis atopik akut, dermatitis kontak parah, dan pemfigus.

  • Kondisi alergi parah seperti rinitis alergi musiman yang membandel atau serum sickness.

  • Penyakit kolagen dan autoimun seperti Rheumatoid Arthritis dan Systemic Lupus Erythematosus (SLE).

  • Terapi penunjang pada manajemen syok tertentu atau edema serebral (pembengkakan otak).

Komposisi

Tiap 1 tablet mengandung:

  • Dexamethasone 0,5 mg.

Dosis dan Aturan Pakai

  • Dosis Dewasa Standar (Inisiasi): Dosis awal umumnya berkisar antara 0,5 mg hingga 9 mg per hari, yang dibagi ke dalam 2 hingga 4 jadwal konsumsi harian.

  • Catatan Dosis: Dosis di atas sangat bervariasi dan wajib disesuaikan secara ketat oleh dokter berdasarkan jenis penyakit, respons klinis pasien, serta tingkat keparahan kondisi yang diobati. Setelah respons yang diinginkan tercapai, dosis secara bertahap harus dikurangi hingga dosis pemeliharaan terendah.

  • Aturan Pakai: Wajib dikonsumsi segera sesudah makan dengan bantuan segelas air putih. Langkah ini sangat krusial untuk menekan risiko iritasi langsung pada mukosa lambung dan mencegah tukak lambung.

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap Dexamethasone atau golongan kortikosteroid lainnya.

  • Penderita infeksi jamur sistemik aktif.

  • Pasien dengan infeksi virus aktif (seperti cacar air/varicella, herpes zoster, atau herpes simpleks).

  • Tukak lambung aktif (ulkus peptikum).

  • Penderita psikosis akut yang tidak terkontrol.

  • Pasien yang baru saja atau akan menerima pemberian vaksin hidup (live attenuated vaccine).

Efek Samping

  • Penggunaan Jangka Pendek: Peningkatan nafsu makan, gangguan pencernaan ringan, atau perubahan suasana hati (mood swing).

  • Penggunaan Jangka Panjang / Dosis Besar:

    • Metabolisme & Endokrin: Memicu Cushing's syndrome (muka membulat/sembeb/moon face, penumpukan lemak di punggung), kenaikan berat badan, hiperglikemia (kenaikan gula darah), serta supresi pertumbuhan pada anak.

    • Muskuloskeletal & Cairan: Kelemahan otot, retensi cairan/natrium (pembengkakan kaki), dan osteoporosis (pengeroposan tulang).

    • Sistem Imun: Penurunan daya tahan tubuh sehingga meningkatkan risiko infeksi bakteri, virus, atau jamur.

Kategori Kehamilan & Menyusui

  • Kategori C: Dexamethasone dapat menembus plasenta secara efisien. Studi menunjukkan adanya risiko hambatan pertumbuhan janin intrauterin dan supresi kelenjar adrenal pada janin. Obat ini hanya boleh digunakan jika manfaat klinisnya sangat mendesak dan di bawah pengawasan ketat dokter spesialis kandungan.

  • Menyusui: Kontraindikasi saat menyusui karena kortikosteroid dapat merembes ke dalam ASI dan berisiko mengganggu pertumbuhan serta mengintervensi produksi kortikosteroid endogen bayi.

Perhatian & Peringatan Keamanan Kritis

  • Peringatan Tapering Off (Sangat Penting): Jangan pernah menghentikan konsumsi obat Cortidex secara mendadak (abrupt withdrawal) jika sudah digunakan secara rutin selama lebih dari 1–2 minggu. Penghentian tiba-tiba berisiko tinggi memicu kelumpuhan kelenjar adrenal akut (krisis adrenal) yang dapat mengancam jiwa. Penurunan dosis wajib dilakukan secara bertahap dan perlahan di bawah komando dokter.

  • Gunakan dengan perhatian ekstra pada pasien penderita diabetes melitus (karena obat meningkatkan gula darah), penderita hipertensi, gagal jantung, dan pasien lanjut usia.

  • Simpan tablet di dalam kemasan strip aslinya pada suhu di bawah 30°C, di tempat yang sejuk, kering, serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Informasi Produk & Legalitas

  • Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah dalam lingkaran hitam). Harus dengan resep dokter.

  • Produsen/Principal: PT Sanbe Farma - Indonesia

  • Nomor Izin Edar (NIE): DKL8322201710A1




Anda mungkin juga menyukai