Clinidac 300 mg Kapsul
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi
Clinidac 300 mg adalah sediaan antibiotik bermerek (branded generic) produksi PT Pharos Indonesia yang mengandung Clindamycin hydrochloride setara Clindamycin 300 mg. Obat ini bekerja secara bakteriostatik dengan menghambat sintesis protein bakteri pada subunit ribosom 50S. Dengan penetrasi jaringan lunak dan tulang yang sangat baik, Clinidac efektif membasmi bakteri Gram positif aerobik dan berbagai bakteri anaerob penyebab infeksi akut.
Indikasi
Terapi untuk infeksi bakteri berat yang disebabkan oleh mikroorganisme yang sensitif, meliputi:
-
Infeksi dental/gigi: Abses gigi, abses gusi, atau periodontitis berat.
-
Infeksi saluran pernapasan: Tonsilitis parah (radang amandel), sinusitis, dan pneumonia anaerob.
-
Infeksi kulit dan jaringan lunak yang bernanah (seperti abses kulit, selulitis).
-
Infeksi tulang dan sendi (osteomielitis).
Komposisi
Tiap kapsul mengandung:
-
Clindamycin hydrochloride setara dengan Clindamycin base 300 mg.
Dosis dan Aturan Pakai
-
Dosis Dewasa (Infeksi Berat): 1 kapsul (300 mg), diminum 3 kali sehari (setiap 8 jam sekali).
-
Dosis Dewasa (Infeksi Sangat Berat): 1 kapsul (300 mg), diminum 4 kali sehari (setiap 6 jam sekali), atau sesuai petunjuk spesifik dokter.
-
Aturan Pakai: Sebaiknya diminum sesudah makan. Telan kapsul secara utuh dengan bantuan segelas air putih penuh dalam posisi tubuh tegak (duduk atau berdiri). Hindari posisi berbaring minimal selama 30 menit setelah meminum obat guna mencegah risiko iritasi atau luka pada kerongkongan (esofagus). Antibiotik wajib dihabiskan secara tuntas sesuai resep dokter.
Kontraindikasi
-
Pasien dengan riwayat hipersensitivitas atau reaksi alergi terhadap Clindamycin, Lincomycin, atau komponen lain dalam kapsul ini.
-
Penderita dengan riwayat radang usus kronis, seperti kolitis ulseratif (ulcerative colitis) atau crohn's disease.
Efek Samping
-
Umum: Gangguan pencernaan berupa mual, rasa perih di ulu hati, perut mulas, dan diare ringan.
-
Lainnya: Ruam kulit kemerahan, gatal-gatal, atau peningkatan sementara kadar enzim hati.
Kategori Kehamilan & Menyusui
-
Kategori B: Studi reproduksi pada hewan tidak menunjukkan adanya risiko terhadap janin. Obat ini dinilai relatif aman untuk ibu hamil, namun penggunaannya harus di bawah instruksi dan pengawasan langsung dari dokter.
-
Menyusui: Clindamycin dapat terserap ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini selama masa menyusui aktif.
Perhatian & Catatan Utama
-
Jangan Berhenti Sendiri: Jangan menghentikan konsumsi antibiotik ini secara sepihak hanya karena rasa nyeri atau bengkak pada gigi/gusi dirasa sudah mereda. Menuntaskan seluruh regimen obat mutlak diperlukan untuk memastikan bakteri mati sepenuhnya dan mencegah kekebalan bakteri (resistensi).
-
Peringatan Diare Parah: Jika timbul efek samping berupa diare hebat yang cair, terus-menerus, disertai kram perut parah, lendir, atau bercak darah selama terapi atau hingga beberapa minggu setelahnya, segera hentikan obat dan hubungi dokter (waspada risiko komplikasi radang usus colitis pseudomembranosa).
-
Simpan kapsul di tempat yang kering, sejuk (di bawah suhu 30°C), serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Informasi Produk & Legalitas
-
Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah dalam lingkaran hitam). Harus dengan resep dokter.
-
Produsen/Principal: PT Pharos Indonesia
-
Nomor Izin Edar (NIE): DKL1821647301B1