Langsung ke informasi produk
Cendo Timol 0.5% Eye Drop 5 ml

Cendo Timol 0.5% Eye Drop 5 ml

Rp 65.114

Tersedia di Lokasi Berikut

  • Apotek Plaza Medika
    Kota Jakarta Barat , JK
    In stock
  • Apotek Nico Sehat Rawamangun
    Kota Jakarta Timur , JK
    In stock

Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki masa kadaluarsa yang cukup sehingga Anda dapat menggunakannya dengan tenang

Deskripsi
Cendo Timol 0.5% Eye Drop menyediakan sediaan kekuatan penuh penuh Timolol Maleate 0.5% dalam botol tetes reguler 5 ml berpengawet. Konsentrasi 0.5% memberikan kekuatan hantaran penyekat beta topikal yang lebih intensif untuk menekan laju produksi cairan mata siliaris secara maksimal harian.

Indikasi
Terapi utama penurun tekanan intraokular tinggi pada penderita glaukoma sudut terbuka kronis yang tidak memberikan respons adekuat pada dosis kekuatan rendah 0.25%.

Komposisi
Timolol Maleate 0.5% (setara 5 mg per ml larutan steril berpengawet).

Dosis dan Aturan Pakai
Teteskan 1 tetes pada mata yang sakit, sebanyak 2 kali sehari (pagi dan malam).

Aturan Pakai: Teteskan pada kelopak mata bawah, lakukan penekanan nasolacrimal pada sudut mata dekat hidung selama 1 menit pasca-tetes.

Kontraindikasi
Penyakit asma bronkial, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) berat, bradikardia sinus, blok AV jantung derajat II/III, syok kardiogenik.

Efek Samping
Rasa perih menyengat transien sesaat, mata kering, penglihatan buram sesaat, kelopak mata merah ringan.

Kategori Kehamilan & Menyusui
Kategori C: Hindari pemakaian mandiri berlebihan tanpa kawalan resep tertulis dari dokter spesialis mata/jantung.

Principal
PT Cendo Pharmaceutical Industries

Nomor Izin Edar (NIE)
DKL7803810446A1

Golongan Obat
Obat Keras (Logo K Merah - Harus dengan Resep Dokter)

Perhatian & Catatan Tambahan
Masa simpan efektif larutan berpengawet ini maksimal adalah 30 hari pasca segel botol pertama dibuka. Buang sisa cairan setelah lewat sebulan demi menghindari risiko infeksi sekunder akibat larutan tidak steril lagi.




Anda mungkin juga menyukai