Waspada Vitamin Anak Palsu! Belajar dari Kasus Apialys, Kenali Sebelum Membeli

Waspada Vitamin Anak Palsu! Belajar dari Kasus Apialys, Kenali Sebelum Membeli

Artikel dikurasi oleh: apt. Endang Tri Susanti, S.Farm.

Jangan mudah tergiur harga murah! Kasus dugaan pemalsuan vitamin sirup anak bermerek Apialys yang diungkap oleh Bareskrim Polri di Lampung menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih teliti saat membeli obat dan vitamin. Kemasan yang menyerupai produk asli belum tentu menjamin keaslian, keamanan, dan mutu produk di dalamnya.

1. Fakta kasus dugaan pemalsuan vitamin anak Apialys

Pada tanggal 9 Oktober 2026, Bareskrim Polri mengungkap dugaan produksi dan pengedaran vitamin sirup anak bermerek Apialys secara ilegal di wilayah Lampung. Kasus ini bermula dari laporan PT Lapi Laboratories selaku pemegang izin edar Apialys setelah menemukan produk yang diduga palsu dipasarkan secara online melalui e-commerce dan media sosial. Aktivitas produksi diduga telah berlangsung sejak 2021 dan produk tersebut dilaporkan dijual dengan harga sekitar Rp50.000 per botol.

Kasus ini menunjukkan bahwa produk yang dipasarkan secara online perlu diperiksa legalitas dan keasliannya. Harga yang terlihat terjangkau serta kemasan yang menyerupai produk asli tidak cukup untuk memastikan keamanan suatu produk.

2. Mengapa obat dan vitamin palsu perlu diwaspadai?

Obat dan vitamin yang diproduksi dan diedarkan secara ilegal (tanpa izin resmi) dapat memiliki komposisi dan proses produksi yang tidak terjamin mutu dan keamanannya. Konsumen juga tidak dapat memastikan apakah produk tersebut mengandung bahan sesuai label, memiliki kadar yang tepat, atau dibuat dengan standar yang semestinya.

Risiko ini menjadi perhatian khusus ketika produk ditujukan untuk anak-anak. Orang tua mungkin memberikan produk dengan harapan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak, tetapi produk yang tidak jelas keaslian dan mutunya justru dapat menimbulkan risiko kesehatan.

3. Ciri-ciri obat dan vitamin palsu yang perlu diwaspadai

a. Kemasan atau label terlihat berbeda

Kemasan rusak, segel tidak rapat atau terlihat tidak wajar, cetakan buram, tulisan tidak jelas, atau informasi produk yang berbeda dari informasi resmi.

b. Nomor izin edar tidak sesuai

Nomor izin edar tidak ditemukan atau data produk yang muncul berbeda dari nama produk, produsen, maupun bentuk sediaan pada kemasan.

c. Harga terlalu murah atau tidak wajar

Harga yang jauh berbeda dari harga di sarana resmi patut diperiksa lebih lanjut.

d. Penjual tidak jelas

Waspadai penjual yang tidak dapat menunjukkan identitas usaha atau izin resmi, tidak memberikan informasi produk yang memadai, maupun menawarkan produk dengan klaim yang meragukan seperti “100% aman” atau “tidak memiliki efek samping”.

4. Tips penting mengenali obat dan vitamin yang aman: Ingat Cek KLIK!

BPOM memperkenalkan prinsip Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa. Langkah sederhana ini membantu konsumen lebih cermat dalam memilih produk obat dan suplemen kesehatan.

K — Cek Kemasan

Pastikan kemasan utuh, tidak bocor, tidak rusak, dan segel tidak menunjukkan tanda pernah dibuka. Perhatikan juga kondisi botol dan tutupnya.

L — Cek Label

Pastikan tulisan terbaca jelas dan informasi seperti nama produk, komposisi, produsen, nomor bets, serta tanggal kedaluwarsa tercantum dengan baik. Cocokkan nomor bets dan kedaluwarsa pada botol dengan kemasan luar jika keduanya tercantum.

I — Cek Izin Edar

Periksa nomor izin edar melalui cekbpom.go.id atau aplikasi BPOM Mobile. Pastikan data yang ditemukan sesuai dengan informasi produk pada kemasan.

K — Cek Kedaluwarsa

Pastikan produk belum melewati tanggal kedaluwarsa. Jangan gunakan produk jika tanggalnya tidak jelas, ada tanda-tanda telah diubah, atau terdapat ketidaksesuaian informasi antara botol dan kemasan luar.

5. Apa yang harus dilakukan jika menemukan vitamin yang dicurigai palsu?

Jika orang tua terlanjur membeli produk yang dicurigai palsu, lakukan langkah berikut:

  1. Hentikan penggunaan sementara sampai keaslian dan legalitas produk dikonfirmasi.
  2. Simpan produk dan bukti pembelian, termasuk kemasan, nomor bets, serta informasi penjual untuk membantu proses penelusuran.
  3. Konsultasikan dengan apoteker atau tenaga kesehatan jika anak sudah mengonsumsi produk tersebut. Jika muncul gejala yang mengkhawatirkan, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
  4. Laporkan dugaan produk ilegal atau palsu kepada BPOM melalui kanal resmi, atau hubungi HALO BPOM di nomor 1500533.

6. Jangan Asal Beli, Yuk Lebih Cermat Memilih Obat dan Vitamin!

Belajar dari kasus dugaan pemalsuan Apialys, jangan mudah tergiur harga murah atau kemasan yang terlihat asli. Pastikan obat dan vitamin memiliki izin edar BPOM dan beli dari tempat terpercaya seperti apotik berizin.

Lengkapi kebutuhan obat dan vitamin keluarga dengan lebih praktis di acehat.id!

  • Produk original dan terdaftar BPOM
  • Pilihan obat dan vitamin untuk kebutuhan keluarga
  • Praktis, langsung dikirim ke rumah

Yuk, pilih dengan cermat, jaga kesehatan keluarga bersama acehat.id!

Referensi

    1. Bareskrim Polri — kasus Apialys, Oktober 2026. Informasi kasus berdasarkan pemberitaan yang mengutip keterangan kepolisian: https://news.detik.com/berita/d-8699829/bareskrim-bongkar-pabrik-vitamin-anak-palsu-di-lampung-beroperasi-sejak-2021/amp?utm_source=chatgpt.com
    2. BPOM RI — Cek KLIK. Panduan pemeriksaan kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa
    3. BPOM RI — Cek Produk. Portal resmi untuk memeriksa informasi registrasi produk: https://cekbpom.pom.go.id/