Skip to product information
Prednison 5 mg 10 Tablet

Prednison 5 mg 10 Tablet

Rp 2.431

Tersedia di Lokasi Berikut

  • Apotek Plaza Medika
    Kota Jakarta Barat , JK
    In stock
  • Apotek Nico Sehat Rawamangun
    Kota Jakarta Timur , JK
    In stock

Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki masa kadaluarsa yang cukup sehingga Anda dapat menggunakannya dengan tenang

Deskripsi

Prednison 5 mg Tablet adalah obat antiinflamasi dan imunosupresan golongan kortikosteroid glukokortikoid oral generik esensial. Sediaan ini diformulasikan untuk penanganan berbagai penyakit peradangan (inflamasi) sistemik, reaksi alergi berat, serta penekanan aktivitas sistem imun pada kelainan autoimun secara efektif dan ekonomis.

Secara farmakologis, Prednison merupakan sebuah prodrug. Setelah ditelan, Prednison dihidrolisis dan dimetabolisme di dalam organ hati (liver) menjadi bentuk aktifnya, yaitu Prednisolone. Senyawa aktif ini kemudian menghambat penumpukan sel-sel leukosit peradangan pada area jaringan yang cedera, menekan pelepasan mediator inflamasi, serta menurunkan permeabilitas kapiler pembuluh darah guna menghentikan pembengkakan.

Indikasi

  • Penyakit Alergi & Saluran Napas: Eksaserbasi asma bronkial, rinitis alergi berat, dermatitis eksim akut meluas, dermatitis kontak, dan reaksi hipersensitivitas obat/makanan.

  • Penyakit Kolagen & Autoimun: Terapi imunosupresif pada Systemic Lupus Erythematosus (Lupus/SLE), rheumatoid arthritis (radang/bengkak sendi), serta psoriasis berat.

  • Kelainan Hematologi & Lainnya: Pengobatan simptomatis pada purpura trombositopenik idiopatik, anemia hemolitik autoimun, serta insufisiensi adrenokortikal primer atau sekunder.

Komposisi

Tiap tablet mengandung:

  • Prednison (Prednisone): 5 mg

Dosis dan Aturan Pakai

Obat Keras (Kortikosteroid Poten): Dosis bersifat sangat individual dan wajib ditentukan oleh dokter. PANTANG MENGHENTIKAN PENGGUNAAN SECARA MENDADAK tanpa petunjuk skema penuruan dosis (tapering off) dari dokter.

  • Dewasa:

    • Dosis Awal: Sangat bervariasi bergantung pada keparahan penyakit, berkisar antara 1 tablet (5 mg) hingga 12 tablet (60 mg) per hari, diberikan sebagai dosis tunggal pagi hari (sesuai irama sirkadian tubuh) atau terbagi dalam beberapa kali minum.

    • Dosis Pemeliharaan: Dosis dikurangi secara bertahap (tapering off) hingga mencapai dosis pemeliharaan terendah yang mampu mengontrol gejala klinis.

  • Waktu Konsumsi:

    • WAJIB DIKONSUMSI SEGERA SESUDAH MAKAN (pada saat perut terisi makanan utama) dan ditelan utuh bersama segelas air putih mineral. Pantang dikonsumsi dalam keadaan perut kosong guna meminimalkan risiko iritasi lambung.

Kontraindikasi

  • Pasien dengan infeksi jamur sistemik aktif (risiko perburukan infeksi akibat efek imunosupresif).

  • Infeksi virus aktif seperti varicella (cacar air) atau herpes zoster.

  • Tukak lambung/duodenum aktif berdarah.

  • Penderita psikosis akut atau gangguan jiwa berat terdistorsi.

  • Pasien yang baru saja menerima imunisasi vaksin hidup atau vaksin yang dilemahkan (live attenuated vaccines).

  • Hipersensitivitas atau alergi terhadap Prednison atau kortikosteroid lainnya.

Efek Samping

Dapat menimbulkan beberapa efek samping, terutama pada penggunaan dosis tinggi atau jangka panjang:

  • Saluran Cerna: Nyeri ulu hati, perih maag (dispepsia), mual, hingga risiko perdarahan tukak peptik.

  • Metabolisme & Hormonal (Pemakaian Berkelanjutan): Moon face (muka sembab/membulat), peningkatan nafsu makan, kenaikan berat badan signifikan, retensi air dan garam (edema/bengkak pada kaki), serta risiko timbulnya steroid-induced diabetes (peningkatan kadar gula darah).

  • Sistem Muskuloskeletal & Imun: Penurunan kepadatan tulang (osteoporosis), kelemahan otot (myopathy), dan peningkatan kerentanan tubuh terhadap infeksi sekunder.

Kategori Kehamilan & Menyusui

  • Kehamilan (Kategori C): Penelitian menunjukkan bahwa kortikosteroid menembus plasenta dan berpotensi memicu risiko supresi fungsi adrenal serta gangguan pertumbuhan pada janin. KONTRAINDIKASI ABSOLUT untuk dikonsumsi secara bebas mandiri tanpa resep dan pengawasan ketat dari dokter spesialis kandungan.

  • Ibu Menyusui: Prednisolone (bentuk aktif Prednison) diekskresikan ke dalam ASI dalam jumlah kecil. Penggunaan dosis tinggi jangka panjang dapat memengaruhi fungsi adrenal bayi; konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Perhatian & Peringatan Keamanan

Peringatan Keras Tapering Off & Risiko Krisis Adrenal:

  1. Dilarang Stop Mendadak (Tapering Off Wajib): Penghentian pengobatan secara mendadak/sepihak setelah penggunaan jangka panjang (beberapa minggu atau lebih) dapat memicu krisis adrenal akut (adrenal insufficiency) yang berpotensi fatal, ditandai dengan penurunan tekanan darah drastis (drop tensi), lemas hebat, hingga syok. Penurunan dosis wajib dilakukan secara bertahap di bawah pengawasan dokter.

  2. Menyamarkan Gejala Infeksi: Prednison dapat menyamarkan tanda-tanda infeksi baru dan memperlemah daya tahan tubuh terhadap kuman.

  3. Pemantauan Khusus: Perlu perhatian ekstra jika digunakan oleh pasien dengan riwayat hipertensi, diabetes melitus, gangguan fungsi hati/ginjal, glaukoma, osteoporosis, atau tukak peptik.

  4. Simpan pada suhu di bawah 30°C, di tempat sejuk dan kering, terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Informasi Produk & Legalitas

  • Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah dalam Lingkaran Merah Bergaris Tepi Hitam). Harus dengan resep dokter.

  • Produsen / Pemegang Merek: Generik (Diproduksi oleh PT Kimia Farma Tbk / PT Dexa Medica / PT Ifars Pharmaceutical Laboratories / PT Indofarma Tbk).

  • Kemasan: Dus, Strip @ 10 Tablet.

  • Nomor Izin Edar (NIE): BPOM GKL0225903010A1 (Nomor registrasi generik dapat berbeda sesuai dengan produsen dan ketersediaan stok apotek).




You may also like