Skip to product information
Ponstan 500 mg 10 Tablet

Ponstan 500 mg 10 Tablet

Rp 37.766

Tersedia di Lokasi Berikut

  • Apotek Plaza Medika
    Kota Jakarta Barat , JK
    In stock
  • Apotek Nico Sehat Rawamangun
    Kota Jakarta Timur , JK
    In stock

Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang

Deskripsi

Ponstan 500 mg Tablet adalah obat pereda nyeri (analgesik) dan antiinflamasi non-steroid (OAINS/NSAID) golongan turunan asam fenamat berspesifikasi orisinal dari Pfizer Indonesia (Viatris). Sediaan ini diformulasikan untuk mengatasi berbagai jenis nyeri akut tingkat ringan hingga sedang serta meredakan reaksi peradangan (inflamasi).

Mengandung Asam Mefenamat 500 mg, Ponstan bekerja secara sistemik menghambat aktivitas enzim siklooksigenase (baik COX-1 maupun COX-2). Penghambatan ini memotong jalur biosintesis prostaglandin—senyawa mediator kimia dalam tubuh yang bertanggung jawab memicu rangsangan nyeri, pembengkakan, dan peradangan pada jaringan yang mengalami cedera atau iritasi.

Indikasi

  • Nyeri Dental: Meredakan sakit gigi berdenyut, nyeri pasca-ekstraksi (cabut) gigi, atau tindakan bedah mulut.

  • Nyeri Menstruasi: Meringankan kram perut dan nyeri haid (dismenore primer).

  • Nyeri Akut & Sakit Kepala: Mengatasi pusing sakit kepala, sakit telinga, nyeri otot/sendi (muskuloskeletal), serta nyeri pasca-trauma atau pasca-operasi ringan.

Komposisi

Tiap tablet mengandung:

  • Asam Mefenamat (Mefenamic Acid): 500 mg

Dosis dan Aturan Pakai

Obat Keras: Dosis dan durasi terapi harus sesuai dengan resep dan instruksi dokter. Penggunaan dibatasi maksimal 7 hari berturut-turut untuk meminimalkan risiko efek samping sistemik.

  • Dewasa dan Anak Usia >14 Tahun:

    • Dosis Awal: 1 tablet (500 mg).

    • Dosis Lanjutan: ½ tablet (250 mg) setiap 6 jam sekali jika rasa nyeri masih menetap.

  • Waktu Konsumsi:

    • WAJIB DIKONSUMSI SEGERA SESUDAH MAKAN (pada saat perut terisi makanan utama) dan ditelan utuh bersama air putih. Hal ini sangat penting untuk melindungi mukosa lambung dari efek iritasi.

Kontraindikasi

  • Riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap Asam Mefenamat, aspirin, atau obat OAINS/NSAID lainnya (misalnya memicu serangan asma, urtikaria, atau rinitis akut).

  • Pasien dengan tukak lambung/duodenum aktif, perdarahan saluran cerna, atau inflammatory bowel disease (IBD).

  • Penderita gagal ginjal berat, gangguan fungsi hati berat, atau gagal jantung kongestif berat.

  • Wanita hamil trimester ketiga (risiko komplikasi serius pada janin dan persalinan).

Efek Samping

Dapat menimbulkan beberapa efek samping, terutama pada sistem pencernaan:

  • Saluran Cerna: Nyeri ulu hati (epigastrik), mual, muntah, dispepsia, kram perut, diare encer (terutama pada dosis tinggi/penggunaan berkepanjangan), dan risiko perdarahan lambung.

  • Sistem Saraf Pusat: Mengantuk, pusing, sakit kepala, atau rasa lelah.

  • Reaksi Alergi/Kulit: Ruam kulit, gatal (pruritus), atau urtikaria.

Kategori Kehamilan & Menyusui

  • Kehamilan (Kategori C pada Trimester 1 & 2; Kategori D pada Trimester 3):

    • Trimester 1 & 2: Digunakan hanya jika potensi manfaat medis melebihi risiko terhadap janin, wajib di bawah pengawasan ketat dokter.

    • Trimester 3: KONTRAINDIKASI ABSOLUT. Penggunaan pada trimester akhir berisiko menyebabkan penutupan prematur ductus arteriosus pada janin, hipertensi pulmonal, serta menghambat kontraksi uterus saat persalinan.

  • Ibu Menyusui: Asam Mefenamat diekskresikan ke dalam ASI dalam jumlah kecil. Tidak dianjurkan untuk ibu menyusui kecuali atas rekomendasi eksplisit dari dokter.

Perhatian & Peringatan Keamanan

Peringatan Keselamatan Penggunaan Ponstan:

  1. Batas Durasi Penggunaan (Maksimal 7 Hari): Jangan menggunakan Ponstan secara berlarut-larut atau kronis tanpa evaluasi medis ulang. Pemakaian jangka panjang secara signifikan meningkatkan risiko nefrotoksisitas (kerusakan ginjal), tukak peptik, dan perdarahan saluran cerna tersembunyi (occult blood).

  2. Pasien Kardiovaskular: Hati-hati penggunaan pada pasien dengan riwayat hipertensi, penyakit jantung iskemik, atau retensi cairan.

  3. Interaksi Obat: Hindari penggunaan bersamaan dengan obat OAINS lain, kortikosteroid oral, atau obat pengencer darah (antikoagulan seperti warfarin) karena dapat melipatgandakan risiko perdarahan lambung.

  4. Aktivitas Menuntut Kewaspadaan: Efek samping mengantuk atau pusing dapat terjadi; hindari mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin berbahaya saat mengonsumsi obat ini.

  5. Simpan pada suhu di bawah 30°C, di tempat sejuk dan kering, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Informasi Produk & Legalitas

  • Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah dalam Lingkaran Merah Bergaris Tepi Hitam). Harus menggunakan resep dokter.

  • Produsen / Pemegang Merek: PT Pfizer Indonesia / Viatris.

  • Kemasan: Dus, Strip @ 10 Tablet.

  • Nomor Izin Edar (NIE): BPOM DKL8519807117A1.




You may also like