Skip to product information
Piroxicam 10 mg 10 Tablet

Piroxicam 10 mg 10 Tablet

Rp 1.964

Tersedia di Lokasi Berikut

  • Apotek Plaza Medika
    Kota Jakarta Barat , JK
    In stock
  • Apotek Nico Sehat Rawamangun
    Kota Jakarta Timur , JK
    In stock

Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang

Deskripsi

Piroxicam 10 mg adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAID) generik golongan oxicam. Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim cyclooxygenase (COX-1 dan COX-2) secara non-selektif, sehingga menurunkan sintesis prostaglandin—senyawa dalam tubuh yang memicu reaksi peradangan, pembengkakan, dan rasa nyeri pada jaringan sendi.

Piroxicam memiliki karakteristik waktu paruh eliminasi (elimination half-life) yang tergolong sangat panjang di dalam tubuh (sekitar 30–80 jam). Karakteristik unik ini memungkinkan pengendalian rasa nyeri dan kaku sendi secara konstan sepanjang hari hanya dengan dosis sekali sehari (once-daily dosing). Sebagai Obat Generik Berlogo (OGL), Piroxicam menyediakan opsi terapi nyeri sendi yang efektif dan sangat terjangkau.

Indikasi

  • Osteoarthritis (OA): Meredakan gejala nyeri, kaku, dan pembengkakan akibat pengapuran sendi.

  • Rheumatoid Arthritis (RA): Penanganan simptomatis jangka panjang pada peradangan kronis sendi akibat reaksi autoimun.

  • Ankylosing Spondylitis: Mengurangi rasa nyeri dan kaku pada persendian tulang belakang.

Komposisi

Setiap tablet mengandung:

  • Piroxicam: 10 mg

Dosis dan Aturan Pakai

Catatan: Penggunaan Piroxicam harus dimulai dengan dosis efektif terendah dan dalam durasi sesingkat mungkin sesuai indikasi medis untuk meminimalkan risiko efek samping gastrointestinal.

  • Dosis Dewasa & Lansia: 10 mg hingga 20 mg (1–2 tablet) dikonsumsi 1 kali sehari.

  • Dosis Maksimal: 20 mg per hari.

  • Petunjuk Aturan Pakai:

    1. Konsumsi obat SEGERA SESUDAH MAKAN (setelah porsi makan utama) bersama segelas air putih penuh. Dilarang keras mengonsumsi obat ini dalam keadaan perut kosong untuk melindungi dinding lambung.

    2. Usahakan mengonsumsi obat pada jam yang sama setiap harinya untuk menjaga kadar obat tetap stabil di dalam darah.

    3. Telan tablet secara utuh; jangan dikunyah atau dihancurkan kecuali atas saran medis.

Kontraindikasi

  • Penderita tukak lambung (peptic ulcer) aktif, perdarahan saluran cerna, atau riwayat perforasi gastrointestinal.

  • Riwayat reaksi alergi berat (seperti asma, urtikaria, rhinitis akut, atau angioedema) yang dipicu oleh Aspirin atau obat OAINS lainnya.

  • Gagal jantung kongestif berat.

  • Gangguan fungsi hati atau ginjal tahap berat.

  • Kehamilan Trimester Ketiga.

  • Anak-anak dan remaja usia di bawah 15 tahun.

Efek Samping

Sebagaimana obat OAINS lainnya, Piroxicam dapat menimbulkan efek samping, terutama pada sistem pencernaan:

  • Gangguan Pencernaan (Paling Sering): Mual, muntah, nyeri ulu hati (heartburn), perut kembung (dispepsia), diare, atau konstipasi.

  • Sistem Saraf Pusat: Sakit kepala, pusing, atau mengantuk.

  • Sistem Kardiovaskular & Ginjal: Retensi cairan (edema/bengkak pada kaki), peningkatan tekanan darah (hipertensi).

  • Reaksi Alergi Kulit: Ruam, gatal-gatal (pruritus), atau fotosensitivitas.

  • Efek Samping Serius (Jarang): Perdarahan saluran cerna (ditandai dengan BAB berwarna hitam seperti ter/kopi atau muntah darah), serta gangguan fungsi hati/ginjal.

Kategori Kehamilan & Menyusui

  • Kategori C (Trimester 1 & 2) / Kategori D (Trimester 3): Penggunaan pada Trimester Ketiga Kehamilan dikontraindikasikan secara mutlak karena risiko penutupan dini pembuluh darah janin (ductus arteriosus) dan potensi komplikasi persalinan.

  • Ibu Menyusui: Piroxicam terekskresi ke dalam ASI dalam jumlah kecil. Penggunaannya tidak direkomendasikan bagi ibu menyusui kecuali atas pertimbangan klinis yang sangat ketat dari dokter.

Perhatian & Peringatan Keamanan

Peringatan Penting Penggunaan Piroxicam:

  1. Risiko Gastrointestinal: Piroxicam memiliki risiko iritasi lambung dan perdarahan saluran cerna yang relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa OAINS lain. Penggunaan bersama obat pelindung lambung (Proton Pump Inhibitor seperti Omeprazole) sering dianjurkan bagi pasien berisiko.

  2. Risiko Kardiovaskular: Penggunaan OAINS dosis tinggi atau jangka panjang dapat meningkatkan risiko kejadian trombotik kardiovaskular (seperti serangan jantung atau stroke).

  3. Pasien Lansia: Lansia lebih rentan terhadap efek samping lambung dan ginjal. Pemantauan ketat oleh dokter sangat diperlukan.

  4. Interaksi Obat: Hindari penggunaan bersamaan dengan Aspirin, OAINS lain, obat pengencer darah (warfarin/antikoagulan), kortikosteroid oral, atau obat antihipertensi (ACE inhibitor/ARB) tanpa konsultasi dokter.

  5. Simpan pada suhu ruangan (di bawah 30°C), terlindung dari kelembapan dan sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Informasi Produk & Legalitas

  • Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah - Harus dengan Resep Dokter).

  • Produsen / Pemegang Merek: Obat Generik (Diproduksi oleh PT Kimia Farma Tbk / PT Dexa Medica / PT Ifars Pharmaceutical Laboratories / PT Indofarma Tbk, dll.).

  • Kemasan: Dus, Strip @ 10 Tablet.

  • Nomor Izin Edar (NIE): BPOM GKL9832701110B1 (Nomor registrasi dapat bervariasi sesuai produsen generik yang tersedia di apotek).




You may also like