Lisinopril 10 mg Tablet
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Plaza MedikaKota Jakarta Barat , JKIn stock
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi
Lisinopril 10 mg adalah obat antihipertensi generik esensial golongan Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEi). Mekanisme kerjanya menghambat konversi Angiotensin I menjadi Angiotensin II, memicu vasodilatasi arteri pembuluh darah, menurunkan tahanan vaskular perifer, serta menekan sekresi hormon aldosteron.
Indikasi
Pengobatan hipertensi arterial esensial, manajemen gagal jantung kongestif (terapi tambahan bersama diuretik), serta perbaikan sintasan jangka panjang pasca-infark miokard akut stabil.
Komposisi
Lisinopril 10 mg per tablet.
Dosis dan Aturan Pakai
Hipertensi Dewasa: Dosis awal berkisar antara 5 mg - 10 mg sekali sehari. Dosis pemeliharaan standar adalah 20 mg sekali sehari, disesuaikan dengan respons tekanan darah pasien.
Aturan Pakai: Diminum 1 kali sehari pada jam yang sama, bebas sebelum atau setelah makan dengan bantuan air putih.
Kontraindikasi
Riwayat angioedema (pembengkakan wajah, bibir, atau lidah akibat ACEi terdahulu), stenosis arteri renalis bilateral, kehamilan, dan penggunaan bersama aliskiren pada pasien diabetes.
Efek Samping
Batuk kering membandel (efek samping khas akibat akumulasi bradikinin), pusing, hipotensi, sakit kepala, hiperkalemia, dan peningkatan kreatinin ginjal.
Kategori Kehamilan & Menyusui
Kategori D: KONTRAINDIKASI MUTLAK. Toksik bagi perkembangan organ ginjal janin dan memicu malformasi kranial serta kematian janin pada kehamilan lanjut.
Principal
Generik (Diproduksi oleh Kimia Farma, Dexa Medica, Novell, Phapros, dll.)
Nomor Izin Edar (NIE)
GKL1233526410B1
*) Obat ini merupakan obat Generik. Nomor Registrasi dapat berbeda sesuai dengan ketersediaan stock Apotek.
Golongan Obat
Obat Keras (Logo K Merah - Harus dengan Resep Dokter)
Perhatian & Catatan Tambahan
Evaluasi berkala terhadap kadar kalium darah dan fungsi ginjal wajib dilakukan selama terapi. Jika muncul efek samping batuk kering yang sangat mengganggu, konsultasikan ke dokter untuk peralihan kelas obat (misal golongan ARB).