Skip to product information
Crestor 10 mg Tablet

Crestor 10 mg Tablet

Rp 33.418

Tersedia di Lokasi Berikut

  • Apotek Plaza Medika
    Kota Jakarta Barat , JK
    In stock
  • Apotek Nico Sehat Rawamangun
    Kota Jakarta Timur , JK
    In stock

Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang

Deskripsi

Crestor 10 mg adalah sediaan obat kardiovaskular bermerek orisinal premium produksi PT AstraZeneca Indonesia yang mengandung Rosuvastatin Calcium. Obat ini termasuk dalam golongan Statin (HMG-CoA Reductase Inhibitor) generasi terbaru yang bekerja secara hidrofilik dan selektif tinggi menghambat enzim HMG-CoA reduktase di hati (enzim kunci yang mengontrol produksi kolesterol tubuh). Penghambatan ini memicu peningkatan jumlah reseptor LDL pada permukaan sel hati, sehingga penyerapan dan pembersihan kolesterol jahat (LDL) dari sirkulasi darah berlangsung secara masif dan optimal.

Indikasi

  • Terapi penunjang di samping diet rendah lemak untuk menurunkan kadar kolesterol total, LDL-C, Apolipoprotein-B (ApoB), dan Trigliserida yang tinggi pada penderita hiperkolesterolemia primer atau hiperlipidemia campuran.

  • Meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL-C).

  • Memperlambat perkembangan atau progresivitas penebalan dinding pembuluh darah (Aterosklerosis).

  • Pencegahan primer kejadian kardiovaskular mayor (seperti serangan jantung atau stroke) pada pasien yang memiliki faktor risiko tinggi.

Komposisi

Tiap 1 tablet selaput mengandung:

  • Rosuvastatin Calcium setara dengan Rosuvastatin base 10 mg.

Dosis dan Aturan Pakai

  • Dosis Dewasa Standar (Inisiasi): 1 kali sehari 5 mg atau 10 mg. Pasien keturunan Asia umumnya disarankan memulai dari dosis inisiasi 5 mg.

  • Penyesuaian Dosis: Dokter dapat menyesuaikan dosis secara berkala (hingga maksimal 40 mg sekali sehari pada kasus hiperkolesterolemia berat) setelah mengevaluasi profil lipid darah pasien minimal 4 minggu pasca-terapi awal.

  • Aturan Pakai: Dapat dikonsumsi bebas sebelum atau sesudah makan dengan bantuan air putih. Berbeda dengan statin generasi lama, Rosuvastatin memiliki waktu paruh (half-life) yang panjang sehingga dapat diminum kapan saja (pagi, siang, atau malam hari), asalkan dikonsumsi secara konsisten pada jam yang sama setiap harinya. Namun, meminumnya di malam hari menjelang tidur tetap direkomendasikan demi menjaga kepatuhan pasien. Tablet wajib ditelan utuh, jangan dikunyah atau digerus.

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap Rosuvastatin atau komponen tambahan obat.

  • Penderita penyakit hati aktif, termasuk peningkatan kadar enzim transaminase hati (SGOT/SGPT) secara menetap yang tidak jelas penyebabnya.

  • Gangguan fungsi ginjal derajat berat (klirens kreatinin < 30 mL/menit).

  • Pasien dengan riwayat kelainan otot (Miopati).

  • Penggunaan bersamaan dengan obat Siklosporin.

  • Wanita hamil, wanita usia subur yang merencanakan kehamilan, serta ibu menyusui.

Efek Samping

Secara umum ditoleransi dengan baik. Beberapa efek samping yang dapat muncul meliputi:

  • Metabolisme & Sistem Saraf: Sakit kepala, pusing ringan, atau peningkatan risiko kenaikan gula darah (HbA1c/glukosa puasa) pada pasien rentan.

  • Pencernaan: Mual, nyeri perut, konstipasi (sembelit), atau diare ringan.

  • Muskuloskeletal: Mialgia (nyeri otot), kram otot, atau nyeri sendi.

  • Tubuh Secara Umum: Astenia (lemas lesu atau kelelahan tanpa sebab jelas).

Kategori Kehamilan & Menyusui

  • Kategori X: KONTRAINDIKASI MUTLAK. Kolesterol dan produk biosintesis kolesterol lainnya sangat krusial untuk perkembangan organ tubuh janin yang normal. Penghambatan jalur ini oleh Rosuvastatin terbukti secara klinis memicu toksisitas janin dan risiko cacat bawaan lahir yang fatal. Wanita usia subur wajib menggunakan alat kontrasepsi yang efektif selama menjalani terapi dengan obat ini.

  • Menyusui: Kontraindikasi karena Rosuvastatin dapat merembes ke dalam ASI dan berisiko mengganggu metabolisme lipid bayi.

Perhatian & Peringatan Keamanan Kritis

  • Waspada Kerusakan Otot (Sangat Penting): Segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat jika Anda merasakan gejala nyeri otot, kram, atau kelemahan otot yang tidak jelas penyebabnya, terutama jika keluhan tersebut disertai dengan demam tinggi atau tubuh terasa sangat lemas. Gejala ini berisiko menjadi tanda awal miopati yang jika memburuk dapat memicu kerusakan otot parah (Rhabdomyolysis) yang berisiko menyebabkan gagal ginjal akut.

  • Pemeriksaan Enzim Hati: Dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan fungsi hati berkala sebelum memulai terapi dan jika muncul indikasi klinis selama pengobatan.

  • Batasi secara ketat konsumsi alkohol selama menggunakan obat Crestor guna menghindari peningkatan risiko gangguan fungsi hati.

  • Simpan tablet di tempat yang kering, sejuk (di bawah suhu 30°C), terhindar dari kelembapan, serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Informasi Produk & Legalitas

  • Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah dalam lingkaran hitam). Harus dengan resep dokter.

  • Produsen/Principal: PT Astra Zeneca Indonesia (Di bawah lisensi AstraZeneca UK Limited)

  • Nomor Izin Edar (NIE): DKI1435300817B1




You may also like