Coveram 10 mg/5 mg 30 Tablet
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Plaza MedikaKota Jakarta Barat , JKIn stock
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi
Coveram 10 mg/5 mg adalah sediaan obat kardiovaskular kombinasi tetap (fixed-dose combination) produksi PT Servier Indonesia. Obat ini memadukan dosis maksimal Perindopril Arginine (golongan ACE Inhibitor yang bekerja melebarkan pembuluh darah arteri) dengan dosis standar Amlodipine Besilate (golongan Calcium Channel Blocker / CCB yang mencegah penyempitan pembuluh darah). Regimen ini diformulasikan untuk memberikan kekuatan pelindung organ jantung (kardioprotektif) serta kontrol tekanan darah yang tinggi, namun dengan risiko efek samping pembengkakan kaki (edema perifer) yang lebih minimal akibat dosis amlodipine yang lebih rendah.
Indikasi
Pengobatan hipertensi esensial (tekanan darah tinggi) dan/atau penyakit jantung koroner kronis stabil pada pasien dewasa, yang kondisinya sudah terkontrol dengan pemberian komponen perindopril dan amlodipine tunggal dalam dosis yang sama secara bersamaan.
Komposisi
Tiap 1 tablet mengandung:
-
Perindopril Arginine 10 mg.
-
Amlodipine Besilate setara dengan Amlodipine base 5 mg.
Dosis dan Aturan Pakai
-
Dosis Dewasa Standar: 1 tablet, diminum 1 kali sehari.
-
Catatan Dosis: Penentuan dosis dan kelayakan konsumsi obat ini bersifat individual dan mutlak mengikuti petunjuk resep serta evaluasi klinis rutin dari dokter spesialis jantung atau penyakit dalam.
-
Aturan Pakai: Wajib diminum pada pagi hari secara konsisten di jam yang sama setiap harinya. Dikonsumsi saat perut kosong (minimal 30 menit sebelum sarapan pagi) dengan bantuan segelas air putih. Tablet harus ditelan utuh, jangan dikunyah, dibelah, atau digerus.
Kontraindikasi
-
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau reaksi alergi terhadap Perindopril, Amlodipine, obat golongan ACE inhibitor lain, atau golongan dihidropiridin (CCB) lainnya.
-
Riwayat angioedema (pembengkakan mendadak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan) terkait terapi ACE inhibitor sebelumnya atau angioedema herediter/idiopatik.
-
Kondisi hipotensi (tekanan darah sangat rendah) parah dan syok kardiogenik.
-
Penyumbatan jalur keluar ventrikel kiri (seperti stenosis aorta derajat berat).
-
Gagal jantung tidak stabil pasca-infark miokard akut.
-
Wanita hamil (terutama trimester kedua dan ketiga) serta ibu menyusui.
-
Penggunaan bersamaan dengan obat yang mengandung Aliskiren pada pasien penderita Diabetes Melitus atau gangguan ginjal derajat sedang-berat.
Efek Samping
-
Efek Khas Perindopril: Batuk kering membandel dan tidak berdahak (akibat penumpukan bradikinin), serta risiko hiperkalemia (kenaikan kadar kalium darah).
-
Efek Khas Amlodipine: Edema perifer (pembengkakan ringan pada kaki atau pergelangan kaki), wajah memerah (flushing), dan jantung berdebar (palpitasi).
-
Sistem Saraf: Pusing, sakit kepala ringan, mengantuk, atau rasa lemas (fatigue).
-
Pencernaan: Mual, nyeri perut, atau gangguan pola buang air besar (diare atau konstipasi).
Kategori Kehamilan & Menyusui
-
Kategori D: KONTRAINDIKASI MUTLAK. Penggunaan komponen ACE inhibitor (perindopril) secara klinis terbukti memberikan efek toksik yang nyata bagi janin. Paparan obat pada trimester kedua dan ketiga kehamilan dapat memicu kerusakan organ ginjal janin, oligohidramnion (cairan ketuban sedikit), hambatan pertumbuhan tulang tengkorak, hingga cacat bawaan fatal atau kematian janin.
-
Menyusui: Kontraindikasi karena Amlodipine dan Perindopril dapat diekskresikan ke dalam ASI.
Perhatian & Peringatan Keamanan
-
Waspada Hiperkalemia (Penting): Hindari konsumsi suplemen kalium dosis tinggi atau substitusi garam kaya kalium secara sembarangan selama menjalani terapi dengan obat ini. Kandungan ACE inhibitor di dalamnya memiliki efek menahan kalium di dalam darah, sehingga konsumsi kalium tambahan secara tidak terkontrol berisiko memicu hiperkalemia yang berbahaya bagi irama jantung.
-
Pemantauan Berkala: Selama menjalani terapi obat keras ini, pasien diwajibkan melakukan kontrol rutin untuk memantau nilai tekanan darah harian, pemeriksaan kadar kalium darah, serta fungsi ginjal (kreatinin/ureum) secara berkala.
-
Waspadai gejala awal angioedema. Jika mendadak muncul pembengkakan di area wajah, bibir, atau sesak napas saat menelan, segera hentikan obat dan cari pertolongan medis darurat.
-
Simpan tablet di tempat yang kering, sejuk (di bawah suhu 30°C), terhindar dari kelembapan, serta jauh dari jangkauan anak-anak.
Informasi Produk & Legalitas
-
Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah dalam lingkaran hitam). Harus dengan resep dokter.
-
Produsen/Principal: PT Servier Indonesia (Di bawah lisensi Les Laboratoires Servier, Prancis)
-
Nomor Izin Edar (NIE): DKI1631600710C1