Skip to product information
Coveram 10 mg/10 mg 30 Tablet

Coveram 10 mg/10 mg 30 Tablet

Rp 679.090

Tersedia di Lokasi Berikut

  • Apotek Plaza Medika
    Kota Jakarta Barat , JK
    In stock
  • Apotek Nico Sehat Rawamangun
    Kota Jakarta Timur , JK
    In stock

Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang

Deskripsi

Coveram 10 mg/10 mg adalah sediaan obat kardiovaskular kombinasi tetap (fixed-dose combination) bersinergi tinggi produksi PT Servier Indonesia. Obat ini memadukan kekuatan maksimal dari dua agen antihipertensi dengan mekanisme kerja pelengkap: Perindopril Arginine (golongan Angiotensin Converting Enzyme / ACE Inhibitor yang bekerja melebarkan pembuluh darah arteri) dan Amlodipine Besilate (golongan Calcium Channel Blocker / CCB yang mencegah penyempitan pembuluh darah). Kombinasi sinergis ini memberikan efikasi kontrol tekanan darah yang stabil dan optimal selama 24 jam penuh serta memberikan efek proteksi kardiovaskular.

Indikasi

Pengobatan hipertensi esensial (tekanan darah tinggi) dan/atau penyakit jantung koroner kronis stabil pada pasien dewasa, yang kondisinya sudah terkontrol dengan pemberian komponen perindopril dan amlodipine tunggal dalam dosis yang sama secara bersamaan.

Komposisi

Tiap 1 tablet mengandung:

  • Perindopril Arginine 10 mg.

  • Amlodipine Besilate setara dengan Amlodipine base 10 mg.

Dosis dan Aturan Pakai

  • Dosis Dewasa Standar: 1 tablet, diminum 1 kali sehari.

  • Catatan Dosis: Penentuan dosis dan kelayakan konsumsi obat ini bersifat individual dan mutlak mengikuti petunjuk resep serta evaluasi klinis rutin dari dokter spesialis jantung atau penyakit dalam.

  • Aturan Pakai: Wajib diminum pada pagi hari secara konsisten di jam yang sama setiap harinya. Dikonsumsi saat perut kosong (minimal 30 menit sebelum sarapan pagi) dengan bantuan segelas air putih. Tablet harus ditelan utuh, jangan dikunyah atau digerus.

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau reaksi alergi terhadap Perindopril, Amlodipine, obat golongan ACE inhibitor lain, atau golongan dihidropiridin (CCB) lainnya.

  • Riwayat angioedema (pembengkakan mendadak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan) terkait terapi ACE inhibitor sebelumnya atau angioedema herediter/idiopatik.

  • Kondisi hipotensi (tekanan darah sangat rendah) parah dan syok kardiogenik.

  • Penyumbatan jalur keluar ventrikel kiri (misalnya stenosis aorta derajat berat).

  • Gagal jantung tidak stabil pasca-infark miokard akut.

  • Wanita hamil (terutama trimester kedua dan ketiga) serta ibu menyusui.

  • Penggunaan bersamaan dengan obat yang mengandung Aliskiren pada pasien penderita Diabetes Melitus atau gangguan ginjal derajat sedang-berat.

Efek Samping

  • Efek Khas Perindopril: Batuk kering membandel dan tidak berdahak (akibat penumpukan bradikinin), serta risiko hiperkalemia (kenaikan kadar kalium darah).

  • Efek Khas Amlodipine: Edema perifer (pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki akibat penumpukan cairan lokal), wajah memerah (flushing), dan jantung berdebar (palpitasi).

  • Sistem Saraf: Pusing, sakit kepala ringan, mengantuk, atau rasa lemas (fatigue).

  • Pencernaan: Mual, nyeri perut, atau gangguan pola buang air besar (diare atau konstipasi).

Kategori Kehamilan & Menyusui

  • Kategori D: KONTRAINDIKASI MUTLAK. Penggunaan komponen ACE inhibitor (perindopril) secara klinis terbukti memberikan efek toksik yang nyata bagi janin. Paparan obat pada trimester kedua dan ketiga kehamilan dapat memicu kerusakan organ ginjal janin, oligohidramnion (cairan ketuban sedikit), hambatan pertumbuhan tulang tengkorak, hingga cacat bawaan fatal atau kematian janin.

  • Menyusui: Kontraindikasi karena Amlodipine dan Perindopril dapat diekskresikan ke dalam ASI.

Perhatian & Peringatan Keamanan

  • Pemantauan Berkala (Penting): Selama menjalani terapi obat keras ini, pasien diwajibkan melakukan kontrol rutin untuk memantau nilai tekanan darah harian, pemeriksaan kadar kalium darah, serta fungsi ginjal (kreatinin/ureum) secara berkala.

  • Tips Mengatasi Bengkak Kaki: Jika mengalami efek samping pembengkakan ringan pada pergelangan kaki (edema perifer), pasien disarankan memposisikan/baringkan kaki dengan ganjalan bantal sedikit lebih tinggi dari jantung saat beristirahat atau tidur malam guna membantu melancarkan aliran balik cairan. Jika bengkak meluas secara ekstrem atau disertai sesak napas, segera hubungi dokter.

  • Waspadai gejala awal angioedema. Jika mendadak muncul pembengkakan di area wajah, bibir, atau sesak napas saat menelan, segera hentikan obat dan cari pertolongan medis darurat.

  • Simpan tablet di tempat yang kering, sejuk (di bawah suhu 30°C), terhindar dari kelembapan, serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Informasi Produk & Legalitas

  • Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah dalam lingkaran hitam). Harus dengan resep dokter.

  • Produsen/Principal: PT Servier Indonesia (Di bawah lisensi Les Laboratoires Servier, Prancis)

  • Nomor Izin Edar (NIE): DKI1631600710D1

    (Kemasan boks isi 30 tablet selaput yang dikemas dalam wadah tabung/container khusus).




You may also like