Combivent UDV 1 Vial
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi
Combivent UDV (Unit Dose Vial) adalah cairan inhalasi steril orisinal dari Boehringer Ingelheim yang mengombinasikan dua zat bronkodilator dengan mekanisme kerja yang sinergis: Ipratropium bromide (golongan antikolinergik) dan Salbutamol sulfate (golongan beta-2 agonis selektif). Salbutamol bekerja cepat melebarkan saluran napas dengan menstimulasi reseptor beta-2 pada otot polos bronkus. Sementara itu, ipratropium memblokir refleks bronkokonstriksi (penyempitan) yang dimediasi oleh saraf vagus. Kombinasi silang ini memberikan efek pelegaan sesak napas yang lebih kuat dan bertahan lebih lama pada saluran pernapasan.
Indikasi
Penanganan dan pencegahan bronkospasme (penyempitan saluran napas) yang parah pada pasien dengan gangguan paru obstruktif kronis, meliputi:
-
Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
-
Bronkitis kronis.
-
Emfisema paru.
-
Serangan asma bronkial akut tingkat sedang hingga berat yang tidak merespons terapi tunggal.
Komposisi
Tiap 1 vial plastik respule (2,5 mL) mengandung:
-
Ipratropium bromide 0,52 mg (setara dengan ipratropium anhidrat 0,5 mg).
-
Salbutamol sulfate 3,01 mg (setara dengan Salbutamol base 2,5 mg).
Dosis dan Aturan Pakai
-
Dosis Serangan Akut/Darurat: 1 vial plastik respule (2,5 mL) diaplikasikan langsung melalui alat nebulizer. Pada kasus serangan ekskresif atau sangat parah yang belum membaik, pemberian vial kedua dapat diulang oleh atau di bawah pengawasan petugas medis.
-
Dosis Pemeliharaan/Kronis: 1 vial plastik respule (2,5 mL), diberikan 3–4 kali sehari menggunakan alat nebulizer.
-
Aturan Pakai (EKSKLUSIF INHALASI UAP): Patahkan penutup vial plastik, tuang seluruh cairan (2,5 mL) ke dalam cawan wadah obat pada mesin nebulizer kompresor (tidak perlu diencerkan dengan cairan saline lagi). Hirup uap aerosol yang dihasilkan menggunakan masker wajah pernapasan hingga cairan obat di dalam cawan habis. Obat ini murni untuk dihirup berupa uap, PANTANG diminum atau disuntikkan.
Kontraindikasi
-
Pasien dengan riwayat kardiomiopati obstruktif hipertrofik atau takiaritmia jantung (gangguan irama jantung yang sangat cepat).
-
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas parah terhadap Ipratropium Bromide, Salbutamol, Atropin, atau zat turunan atropin lainnya.
-
Penderita glaukoma sudut sempit yang tidak terkontrol.
Efek Samping
-
Umum: Tremor halus (gemetar terutama pada jari tangan), jantung berdebar-debar (palpitasi), pusing, sakit kepala, kegugupan, serta batuk refleks atau iritasi lokal pada tenggorokan setelah menghirup uap.
-
Jarang: Mulut terasa kering, gangguan akomodasi mata (pandangan kabur jika uap mengenai mata), serta retensi urin (kesulitan buang air kecil, terutama pada pasien dengan hipertrofi prostat).
Kategori Kehamilan & Menyusui
-
Kategori C: Obat dapat menembus plasenta dan memiliki efek relaksasi rahim transien pada trimester akhir.
-
Rekomendasi: Penggunaan pada wanita hamil dibatasi hanya jika terjadi serangan sesak napas akut darurat yang mengancam pasokan oksigen ibu dan janin, dan harus di bawah pengawasan dokter. Salbutamol dan ipratropium dapat diekskresikan ke dalam ASI dalam jumlah kecil, gunakan secara hati-hati selama menyusui.
Perhatian & Catatan Utama
-
Lindungi Area Mata: Pastikan masker nebulizer terpasang dengan pas dan rapat pada wajah. Jangan sampai uap aerosol obat masuk atau mengenai mata karena kandungan ipratropium dapat memicu komplikasi peningkatan tekanan intraokular atau memperparah kondisi glaukoma sudut sempit.
-
Pastikan cairan di dalam vial dalam kondisi jernih, tidak berwarna, dan tidak keruh sebelum dituang ke wadah nebulizer.
-
Selalu bersihkan dan sterilkan wadah serta masker nebulizer pasca digunakan sesuai petunjuk alat guna menghindari infeksi bakteri di saluran napas.
-
Simpan vial respule di tempat sejuk (di bawah suhu 25°C), terlindung dari cahaya langsung di dalam kantung aluminiumnya, dan jangan dibekukan.
Informasi Produk & Legalitas
-
Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah dalam lingkaran hitam). Harus dengan resep dokter.
-
Produsen/Principal: PT Boehringer Ingelheim Indonesia (Di bawah lisensi Boehringer Ingelheim International GmbH, Jerman).
-
Nomor Izin Edar (NIE): DKI1152502775A1
(Sediaan eceran 1 vial respule ini sangat menolong sebagai stok darurat pertolongan pertama bagi penderita asma atau PPOK di rumah)