Betaserc 24 mg Tablet
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Acehat Grand WisataBekasi , JBIn stock
-
Apotek Toha CikarangKabupaten Bekasi , JBIn stock
-
Apotek Acehat CibuburKabupaten Bogor , JBIn stock
-
Apotek Plaza MedikaKota Jakarta Barat , JKIn stock
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
-
Apotek Dwi Sapta NawamiTangerang Selatan , BTIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki masa kadaluarsa yang cukup sehingga Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi Produk: Betaserc 24 mg adalah obat inovator yang mengandung Betahistine Dihydrochloride berkekuatan tinggi 24 mg. Obat ini bekerja sebagai analog histamin dengan merelaksasi sfingter prekapiler untuk meningkatkan sirkulasi mikrovaskular pada telinga bagian dalam (labirin) serta meregulasi transmisi neuron pada nukleus vestibular di otak, sehingga efektif meredakan sensasi pusing berputar, ketidakseimbangan, dan mual akibat vertigo.
Indikasi Utama:
-
Terapi simptomatik untuk vertigo perifer tingkat sedang hingga berat.
-
Meredakan sindrom atau Penyakit Meniere yang ditandai dengan triad gejala: vertigo berputar, telinga berdenging (tinnitus), dan penurunan pendengaran.
-
Meringankan sensasi pusing kliyengan atau limbung akibat gangguan sirkulasi labirin telinga.
Komposisi: Setiap tablet mengandung: Betahistine Dihydrochloride 24 mg.
Dosis & Aturan Pakai:
-
Dewasa: 1 tablet (24 mg), diminum 2 kali sehari (pagi dan malam, dosis total harian 48 mg) atau sesuai penyesuaian klinis dokter.
-
Aturan Pakai: Dikonsumsi segera sesudah makan bersama segelas air putih untuk meminimalkan risiko iritasi lambung atau keluhan mual.
Perhatian & Peringatan:
-
HARUS DENGAN RESEP DOKTER.
-
Hati-hati penggunaan pada pasien dengan riwayat asma bronkial karena aktivitas histaminergik obat dapat memicu penyempitan bronkus ringan.
-
Pengawasan medis diperlukan bagi penderita riwayat tukak lambung atau gastritis erosif.
-
Simpan obat di tempat kering dan sejuk dengan suhu di bawah 30°C serta terhindar dari paparan cahaya matahari langsung.
Kontraindikasi:
-
Penderita feokromositoma (tumor medula adrenal).
-
Penderita tukak lambung / luka lambung aktif yang sedang berdarah (active peptic ulcer).
-
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap Betahistine Dihydrochloride atau komponen eksipien obat.
Keamanan Kehamilan & Menyusui:
-
Kehamilan (Kategori C): Data keamanan penggunaan pada wanita hamil belum didukung studi klinis terkontrol secara memadai. Hindari penggunaan selama kehamilan kecuali dinilai esensial atas instruksi dokter spesialis.
-
Menyusui: Tidak direkomendasikan selama masa menyusui karena potensi ekskresi zat aktif ke dalam ASI belum diketahui secara pasti.
Efek Samping: Keluhan saluran pencernaan ringan (mual, dispepsia, kembung, nyeri lambung minor), sakit kepala ringan, atau reaksi kulit alergi seperti ruam dan pruritus (jarang terjadi).
Golongan Produk: Obat Keras (Logo K Merah - Harus dengan Resep Dokter)
Manufaktur/Principal: PT Abbott Indonesia
Nomor Izin Edar (NIE): DKI1227000510B1