Skip to product information
Zoralin 200 mg 10 Tablet

Zoralin 200 mg 10 Tablet

Rp 39.191

Tersedia di Lokasi Berikut

  • Apotek Plaza Medika
    Kota Jakarta Barat , JK
    In stock
  • Apotek Nico Sehat Rawamangun
    Kota Jakarta Timur , JK
    In stock

Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang

Deskripsi

Zoralin 200 mg (10 Tablet) adalah obat antijamur (antifungal) sistemik oral golongan Imidazol produksi PT Medikon Prima Laboratories. Sediaan ini hadir dalam kemasan strip isi 10 tablet.

Zoralin Tablet mengandung zat aktif Ketoconazole 200 mg. Obat ini bekerja secara sistemik dari dalam sirkulasi darah dengan cara menghambat enzim cytochrome P-450 yang berperan penting dalam biosintesis ergosterol, yaitu komponen utama pembentuk membran sel jamur. Terganggunya sintesis ergosterol mengakibatkan kerusakan permeabilitas dinding sel, menghambat pertumbuhan spora, dan menyebabkan kematian (lisis) pada sel jamur patogen.

Penggunaan Ketoconazole oral saat ini umumnya dibatasi untuk kasus-kasus infeksi jamur berat atau sistemik yang tidak memberikan respons terhadap terapi antijamur topikal/lokal atau ketika pilihan antijamur oral alternatif tidak dapat digunakan, mengingat risiko hepatotoksistasnya yang signifikan.

Indikasi

Pengobatan infeksi jamur sistemik atau mikosis lokal berat yang resisten terhadap terapi topikal, meliputi:

  • Kandidiasis Mukokutan Kronis: Infeksi jamur Candida yang parah dan membandel pada mukosa, kulit, dan kuku.

  • Kandidiasis Vaginal Kronis: Infeksi jamur pada area kewanitaan yang tidak merespons pengobatan lokal.

  • Tinea Parah & Meluas: Infeksi dermatofita berat (Tinea corporis, Tinea cruris, Tinea pedis) yang meluas di jaringan kulit dan tidak membaik dengan krim topikal.

  • Histoplasmosis, Coccidioidomycosis, & Blastomycosis: Infeksi jamur sistemik tertentu di bawah pengawasan ketat medis.

Komposisi

Setiap tablet mengandung:

  • Ketoconazole 200 mg.

Dosis dan Aturan Pakai

Penggunaan obat ini HARUS SESUAI DENGAN RESEP DOKTER.

  • Dewasa:

    • Dosis Standar: 1 tablet (200 mg) sekali sehari.

    • Dosis Infeksi Berat: Jika respons klinis tidak memadai, dokter dapat meningkatkan dosis menjadi 2 tablet (400 mg) sekali sehari.

  • Anak-anak (> 2 tahun):

    • 3.3–6.6 mg/kgBB sekali sehari, sesuai rekomendasi spesialis anak.

  • Durasi Pengobatan: Ditentukan secara ketat oleh dokter berdasarkan jenis infeksi (berkisar antara 14 hari hingga beberapa bulan).

  • Aturan Pakai:

    • Wajib dikonsumsi segera setelah makan utama (porsi kenyang) bersama segelas air putih. Suasana asam pada lambung sangat mutlak diperlukan untuk kelarutan dan penyerapan (absorpsi) zat aktif obat ini secara optimal ke dalam darah.

Kontraindikasi

  • Pasien dengan penyakit atau gangguan fungsi hati (hepatic impairment) akut maupun kronis aktif.

  • Pasien dengan riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap Ketoconazole atau golongan Imidazol lainnya.

  • Penggunaan bersamaan dengan obat-obatan yang dimetabolisme oleh CYP3A4 dan berisiko memperpanjang interval QT jantung, seperti Cisapride, Astemizole, Terfenadine, Pimozide, Quinidine, atau Simvastatin/Lovastatin.

  • Wanita hamil dan menyusui.

Efek Samping

  • Hati/Hepar (Serius): Risiko hepatotoksik (kerusakan sel hati/akut hepar), peningkatan enzim hati (SGOT/SGPT), hingga jaundice (penyakit kuning).

  • Sistem Pencernaan: Mual, muntah, sakit perut/nyeri ulu hati, diare, dan penurunan nafsu makan.

  • Sistem Saraf Pusat: Sakit kepala, pusing, atau somnolensi (kantuk).

  • Endokrin: Pada dosis tinggi jangka panjang dapat menekan sintesis hormon kortisol dan testosteron (dapat memicu ginekomastia atau disfungsi ereksi sementara pada pria).

  • Kulit: Ruam, gatal-gatal (pruritus), atau urtikaria.

Kategori Kehamilan & Menyusui

  • Kategori C: Studi pada hewan percobaan menunjukkan efek teratogenik dan toksisitas janin pada dosis tinggi. Kontraindikasi untuk digunakan selama masa kehamilan.

  • Menyusui: Ketoconazole oral terdistribusi ke dalam ASI. Dilarang dikonsumsi oleh ibu menyusui karena berpotensi menimbulkan risiko hepatotoksisitas pada bayi.

Perhatian & Peringatan Keamanan

  • Pemantauan Fungsi Hati (Liver Function Test): Mengingat risiko hepatotoksisitas, pemantauan fungsi hati (SGOT/SGPT) wajib dilakukan sebelum memulai terapi dan dilakukan berkala selama pengobatan. Segera hubungi dokter jika timbul gejala kerusakan hati (seperti mata/kulit kuning, urin berwarna gelap seperti teh, mual hebat, atau tinja pucat).

  • Interaksi Obat Antasida & Obat Lambung: Obat peningkat pH lambung seperti antasida, H2-blocker (Ranitidine), atau PPI (Omeprazole) dapat menghambat penyerapan Ketoconazole secara drastis. Beri jeda minimal 2 jam antara konsumsi Zoralin dengan obat maag/antasida.

  • Hindari konsumsi minuman beralkohol selama terapi karena dapat meningkatkan risiko reaksi disulfiram dan toksisitas hati.

  • Simpan pada suhu ruangan (di bawah 30°C), terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Informasi Produk & Legalitas

  • Golongan Obat: Obat Keras (HARUS DENGAN RESEP DOKTER - Logo K Merah).

  • Produsen / Pemegang Merek: PT Medikon Prima Laboratories

  • Kemasan: Dus, 1 Strip @ 10 Tablet.

  • Nomor Izin Edar (NIE): BPOM DKL8714802610A1




You may also like