Skip to product information
Zoralin 2% Cream 10 g

Zoralin 2% Cream 10 g

Rp 29.318

Tersedia di Lokasi Berikut

  • Apotek Plaza Medika
    Kota Jakarta Barat , JK
    In stock
  • Apotek Nico Sehat Rawamangun
    Kota Jakarta Timur , JK
    In stock

Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang

Deskripsi

Zoralin 2% Cream (10 g) adalah obat antijamur (antifungal) topikal berspektrum luas golongan Imidazol produksi PT Medikon Prima Laboratories. Sediaan ini hadir dalam kemasan tube aluminium isi 10 gram.

Zoralin Cream mengandung zat aktif Ketoconazole 2% (20 mg per 1 gram krim). Mekanisme kerjanya adalah dengan menghambat enzim cytochrome P-450 yang diperlukan untuk biosintesis ergosterol, yaitu komponen utama pembentuk membran sel jamur. Terganggunya sintesis ergosterol mengakibatkan kerusakan permeabilitas dinding sel, menghambat pertumbuhan spora, dan menyebabkan kematian (lisis) pada sel jamur patogen.

Sediaan krim ini dirancang untuk penanganan cepat dan efektif terhadap berbagai infeksi jamur dermatofit, ragi (yeast), serta Pityrosporum pada jaringan kulit luar tanpa memberikan penyerapan sistemik yang signifikan.

Indikasi

Pengobatan topikal untuk infeksi jamur pada kulit yang disebabkan oleh dermatofit atau ragi, meliputi:

  • Tinea Cruris: Infeksi jamur pada lipatan paha/selangkangan.

  • Tinea Corporis: Kurap atau infeksi jamur pada area badan, leher, dan lengan.

  • Tinea Pedis: Kutu air atau jamur pada sela-sela jari dan telapak kaki.

  • Pityriasis Versicolor (Panu): Bercak putih atau gelap bersisik halus pada kulit.

  • Kandidiasis Kutaneus: Infeksi jamur Candida pada kulit luar.

  • Dermatitis Seboroik: Peradangan kulit berketombe/bersisik akibat aktivitas jamur.

Komposisi

Setiap 1 gram krim mengandung:

  • Ketoconazole 2% (20 mg/g) dalam basis krim yang lembut.

Dosis dan Aturan Pakai

Penggunaan obat ini HARUS SESUAI DENGAN RESEP DOKTER.

  • Kandidiasis Kutaneus, Tinea Corporis, Tinea Cruris, & Pityriasis Versicolor:

    • Oleskan tipis 1 kali sehari pada area yang terinfeksi.

  • Tinea Pedis & Dermatitis Seboroik:

    • Oleskan 1–2 kali sehari pada area yang terinfeksi (disarankan pagi sesudah mandi dan malam hari sebelum tidur).

  • Durasi Pengobatan:

    • Pityriasis Versicolor & Kandidiasis: 2–3 minggu.

    • Tinea Cruris: 2–4 minggu.

    • Tinea Corporis: 3–4 minggu.

    • Tinea Pedis: 4–6 minggu.

  • Aturan Pakai:

    1. Bersihkan dan keringkan area kulit yang terinfeksi sebelum dioleskan.

    2. Oleskan krim secara tipis dan merata pada area kulit yang bermasalah beserta sedikit area kulit sehat di sekitarnya.

    3. Usap perlahan hingga krim menyerap.

    4. Cuci tangan hingga bersih dengan sabun setelah mengoleskan krim, kecuali jika area tangan adalah bagian yang sedang diobati.

Kontraindikasi

  • Pasien dengan riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap Ketoconazole, Miconazole, atau komponen turunan Azol topikal lainnya.

Efek Samping

Secara umum ditoleransi dengan baik pada penggunaan luar. Efek samping lokal yang dapat timbul antara lain:

  • Sensasi perih ringan, hangat, atau rasa terbakar sesaat setelah pengolesan (terutama pada kulit luka/tergarut).

  • Iritasi lokal, kemerahan (eritema), gatal (pruritus), atau kulit kering/menglupas di area aplikasi.

Kategori Kehamilan & Menyusui

  • Kategori C (Topikal): Penyerapan Ketoconazole topikal melalui kulit ke dalam sirkulasi darah sistemik sangat minimal. Namun, penggunaannya pada wanita hamil tetap harus mempertimbangkan rasio manfaat-risiko dan di bawah pengawasan dokter.

  • Menyusui: Aman digunakan pada ibu menyusui untuk area kulit terbatas. Dilarang keras mengoleskan krim pada area payudara/dada untuk mencegah risiko tertelan oleh bayi saat menyusu.

Perhatian & Peringatan Keamanan

  • Lanjutkan Pengobatan Pasca-Gejala Hilang: Jangan langsung menghentikan penggunaan krim segera setelah rasa gatal atau ruam mereda. Tetap lanjutkan pengolesan setidaknya beberapa hari hingga 1 minggu setelah gejala klinis hilang total untuk memastikan pengeradikasian spora jamur hingga ke lapisan kulit dalam dan mencegah kekambuhan (relapse).

  • Khusus Obat Luar (Topical Use Only): Hanya untuk penggunaan pada kulit. Hindari kontak langsung dengan mata, hidung, mulut, atau membran mukosa terbuka. Jika tidak sengaja terkena mata, segera bilas dengan air bersih mengalir.

  • Jika terjadi reaksi iritasi berat atau sensasi terbakar hebat, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter.

  • Simpan pada suhu ruangan (di bawah 30°C), terhindar dari paparan sinar matahari langsung, hindari dibekukan, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Informasi Produk & Legalitas

  • Golongan Obat: Obat Keras (HARUS DENGAN RESEP DOKTER - Logo K Merah).

  • Produsen / Pemegang Merek: PT Medikon Prima Laboratories

  • Kemasan: Dus, Tube @ 10 gram.

  • Nomor Izin Edar (NIE): BPOM DTL9014803729A1




You may also like