Rosufer 20 mg Tablet
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Plaza MedikaKota Jakarta Barat , JKIn stock
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki masa kadaluarsa yang cukup sehingga Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi
Rosufer 20 mg mengandung Rosuvastatin Calcium, obat penurun lipid golongan statin (inhibitor HMG-CoA reduktase). Rosuvastatin bekerja secara selektif dan kompetitif menghambat enzim intraseluler di hati untuk menekan biosintesis kolesterol endogen dan meningkatkan jumlah reseptor LDL permukaan hati, sehingga mempercepat katabolisme kolesterol LDL plasma.
Indikasi
Terapi penunjang diet pada penderita hiperkolesterolemia primer (termasuk heterozigot familial), hiperlipidemia campuran, dan hipertrigliseridemia berat yang tidak terkontrol adekuat oleh pengelolaan non-farmakologis.
Komposisi
Rosuvastatin Calcium setara Rosuvastatin base 20 mg per tablet.
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa: Dosis bersifat individual, standar penyesuaian berkisar antara 10 mg - 40 mg sekali sehari berdasarkan evaluasi laboratorium kadar lipid plasma berkala. Dosis harian maksimal adalah 40 mg.
Aturan Pakai: Diminum 1 kali sehari, bebas sebelum atau setelah makan pada jam yang konsisten setiap harinya.
Kontraindikasi
Penyakit hati aktif, peningkatan persisten kadar transaminase serum melampaui 3 kali batas atas normal tanpa penyebab jelas, disfungsi ginjal berat (CrCl < 30 mL/min), miopati, kehamilan, dan masa laktasi.
Efek Samping
Sakit kepala, pusing, konstipasi, mual, nyeri perut, asthenia (lemas), serta mialgia (nyeri otot).
Kategori Kehamilan & Menyusui
Kategori X: Statin menghambat jalur biosintesis kolesterol yang esensial bagi perkembangan janin. Kontraindikasi mutlak sepanjang masa kehamilan dan menyusui.
Principal
Ferron Par Pharmaceutical
Nomor Izin Edar (NIE)
DKL2034615417B1
Golongan Obat
Obat Keras (Logo K Merah - Harus dengan Resep Dokter)
Perhatian & Catatan Tambahan
Evaluasi berkala fungsi hati dan kreatinin kinase (CK) dianjurkan. Segera hubungi dokter jika mengalami nyeri otot, kram, atau kelemahan otot tanpa sebab yang jelas, terutama jika disertai demam atau malaise.