Postinor-2 0.75 mg 2 Tablet
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Plaza MedikaKota Jakarta Barat , JKIn stock
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi
Postinor-2 adalah obat kontrasepsi darurat oral (emergency contraceptive pill/ECP) berbasis progestin sintetis dosis tinggi yang diproduksi oleh Gedeon Richter dan didistribusikan oleh PT Tunggal Idaman Abdi. Diformulasikan khusus untuk pencegahan kehamilan darurat setelah hubungan seksual tanpa perlindungan, sediaan ini dirancang sebagai intervensi medis terbatas dan bukan untuk penggunaan rutin.
Mengandung Levonorgestrel 0,75 mg per tablet, Postinor-2 bekerja melalui beberapa mekanisme utama:
-
Menghambat atau Menunda Ovulasi: Menghentikan pelepasan sel telur (oosit) dari ovarium jika pembuahan belum terjadi.
-
Mencegah Fertilisasi: Mengubah konsistensi lendir serviks dan memperlambat pergerakan sperma di dalam tuba fallopi.
-
Mencegah Implantasi: Memodifikasi lapisan dinding rahim (endometrium) sehingga tidak kondusif bagi penempelan (nidasi) sel telur yang telah dibuahi.
PENTING: Postinor-2 TIDAK BEKERJA SEBAGAI ABORTIFASEN (obat penggugur kandungan). Jika proses implantasi sel telur yang terbuahi pada dinding rahim sudah terjadi, obat ini tidak akan membatalkan atau menghentikan kehamilan yang sedang berlangsung.
Indikasi
Digunakan khusus untuk kontrasepsi darurat dalam kurun waktu maksimal 72 jam (3 hari) setelah melakukan hubungan seksual tanpa pelindung, antara lain pada kondisi:
-
Kegagalan atau kecelakaan metode kontrasepsi (misalnya kondom bocor/robek/terlepas, atau lupa menelan pil KB rutin lebih dari 2 hari berturut-turut).
-
Hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi.
-
Kasus kekerasan seksual atau pemerkosaan.
Komposisi
Tiap tablet mengandung:
-
Levonorgestrel: 0,75 mg (Satu kemasan blister berisi 2 tablet).
Dosis dan Aturan Pakai
Obat Keras: Penggunaan kontrasepsi darurat harus di bawah petunjuk dan pengawasan dokter atau apoteker. Keberhasilan pencegahan kehamilan sangat bergantung pada ketersediaan dan kecepatan waktu konsumsi obat.
-
Dosis Dewasa Wanita (Regimen 2 Tablet):
-
Tablet Pertama: Diminum 1 tablet (0,75 mg) secepat mungkin, paling efektif dalam 12 jam pertama dan tidak boleh lebih dari 72 jam setelah hubungan seksual tanpa perlindungan.
-
Tablet Kedua: Diminum 1 tablet sisanya (0,75 mg) tepat 12 jam setelah tablet pertama dikonsumsi. Total dosis efektif adalah 1,5 mg.
-
-
Aturan Pakai:
-
Ditelan utuh bersama segelas air putih mineral. Boleh dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
-
Penanganan Muntah: Jika pasien muntah dalam waktu 2 jam setelah menelan tablet pertama atau tablet kedua, dosis tersebut dianggap gagal diserap dan wajib diulang menelan 1 tablet baru secara bersamaan.
-
Kontraindikasi
-
Kehamilan Aktif: Kontraindikasi absolut jika wanita dipastikan sudah dalam keadaan hamil (obat tidak efektif dan tidak diindikasikan).
-
Pasien dengan perdarahan vagina abnormal yang belum diketahui penyebab pasti diagnosis medisnya.
-
Penderita penyakit hati berat, sirosis hepar akut, atau tumor hati.
-
Riwayat gangguan tromboemboli aktif, deep vein thrombosis (DVT), atau emboli paru.
-
Hipersensitivitas atau alergi terhadap Levonorgestrel atau komponen tambahan dalam tablet.
Efek Samping
Dapat menimbulkan reaksi perubahan hormonal sementara pada tubuh:
-
Sistem Pencernaan: Mual, muntah ringan, rasa tidak nyaman di perut, mulas, atau nyeri perut bagian bawah.
-
Sistem Saraf Pusat: Sakit kepala, pusing, pening, dan rasa lelah berlebih (fatigue).
-
Sistem Reproduksi: Payudara terasa kencang/nyeri, timbul bercak perdarahan (spotting), serta pergeseran siklus menstruasi berikutnya (haid bisa datang beberapa hari lebih cepat atau lebih lambat dari jadwal biasanya).
Kategori Kehamilan & Menyusui
-
Kehamilan (Kategori X): KONTRAINDIKASI ABSOLUT. Tidak boleh digunakan pada wanita hamil yang terkonfirmasi. Meskipun demikian, studi medis menunjukkan bahwa konsumsi Levonorgestrel yang tidak disengaja pada awal kehamilan yang sudah berjalan tidak terbukti memicu efek teratogenik atau cacat lahir pada janin.
-
Ibu Menyusui: Levonorgestrel diekskresikan ke dalam ASI dalam jumlah kecil. Untuk menghindari paparan hormon pada bayi, dianjurkan untuk menunda pemberian ASI minimal 24 jam setelah tablet kedua ditelan (pompa ASI dan buang selama rentang waktu tersebut).
Perhatian & Peringatan Keamanan
Peringatan Keselamatan Penggunaan Postinor-2:
Bukan Untuk KB Rutin: Postinor-2 murni digunakan untuk SITUASI DARURAT. Obat ini dilarang keras digunakan sebagai metode kontrasepsi bulanan/ harian rutin karena konsentrasi hormonnya yang tinggi dapat mengacaukan poros hormonal rahim dan siklus menstruasi secara permanen.
Tidak Melindungi dari IMS: Obat ini tidak memberikan perlindungan terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS/IMS) seperti HIV/AIDS, sipilis, atau gonore.
Evaluasi Jika Keterlambatan Menstruasi Panjang: Apabila menstruasi terlambat lebih dari 7 hari dari perkiraan siklus pasca-penggunaan Postinor-2, segera lakukan tes kehamilan (pack test) atau konsultasi ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG).
Simpan pada suhu di bawah 30°C, di tempat sejuk dan kering, terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Informasi Produk & Legalitas
-
Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah dalam Lingkaran Merah Bergaris Tepi Hitam). Harus dengan resep dokter.
-
Produsen / Distributor: Gedeon Richter / PT Tunggal Idaman Abdi.
-
Kemasan: Dus, Blister @ 2 Tablet.
-
Nomor Izin Edar (NIE): BPOM DKI0361300110A1.