Klorfeson Cream 10 g
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Plaza MedikaKota Jakarta Barat , JKIn stock
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi
Klorfeson Cream 10 g adalah sediaan obat topikal kombinasi antiinflamasi dan antibakteri bermerek yang diproduksi oleh PT Molex Ayus Pharmaceutical. Tiap gram krim mengandung Hydrocortisone Acetate 10 mg (1%) dan Chloramphenicol 20 mg (2%).
Hydrocortisone Acetate merupakan kortikosteroid topikal golongan Potensi Ringan (Kelas VII / Mild) yang bekerja meredakan peradangan, pembengkakan, kemerahan, dan gatal pada kulit dengan profil keamanan lokal yang sangat tinggi. Chloramphenicol merupakan antibiotik spektrum luas yang bekerja menghambat sintesis protein bakteri gram positif dan gram negatif. Kombinasi ini sangat efektif untuk mengatasi peradangan kulit (dermatitis/eksim) yang telah terinfeksi oleh bakteri sekunder akibat garukan kuku atau eksudasi luka.
Indikasi
Pengobatan topikal jangka pendek untuk meredakan manifestasi peradangan dan gatal pada penyakit kulit yang disertai infeksi bakteri sekunder yang peka terhadap chloramphenicol, seperti:
-
Dermatitis atopik (eksim atopik) terinfeksi.
-
Dermatitis kontak (alergika atau iritan) yang terluka atau terinfeksi.
-
Eksim seboroik atau eksim numular yang disertai bintil bernanah/infeksi bakteri.
-
Ruam gatal akibat gigitan serangga yang teriritasi dan terinfeksi akibat garukan.
Komposisi
Tiap gram sediaan mengandung:
-
Hydrocortisone Acetate 10 mg (1%)
-
Chloramphenicol 20 mg (2%)
Dosis dan Aturan Pakai
Peringatan Penting: Klorfeson Cream merupakan Obat Keras (Mengandung Antibiotik & Steroid). Penentuan dosis dan durasi terapi wajib berdasarkan resep serta pengawasan dokter.
-
Dosis Dewasa & Anak > 2 Tahun:
-
Oleskan krim secara tipis dan merata pada area kulit yang bermasalah 2 hingga 3 kali sehari.
-
-
Batas Durasi Terapi: Dibatasi maksimal 7 hari (1 minggu berturut-turut). Penggunaan antibiotik topikal berlebihan tanpa indikasi ketat dapat memicu resistensi bakteri atau infeksi jamur sekunder (superinfeksi).
-
Aturan Pakai:
-
Bersihkan area kulit yang sakit dari kotoran atau keropeng cair, lalu keringkan secara lembut dengan tisu/handuk bersih.
-
Usapkan krim secara tipis dan merata terbatas pada area lesi yang meradang/terinfeksi.
-
Cuci tangan hingga bersih dengan air dan sabun setelah mengoleskan obat (kecuali jika area yang diobati adalah tangan).
-
Hindari menutup area aplikasi dengan perban/pembalut kedap udara (occlusive dressing) kecuali atas instruksi eksplisit dokter.
-
Kontraindikasi
-
Infeksi kulit primer yang disebabkan murni oleh jamur (seperti kurap, panu, kandidiasis) atau virus (seperti herpes simplex, cacar air) tanpa infeksi bakteri.
-
Tuberkulosis kulit (Lupus vulgaris) dan luetik (sifilis) kulit.
-
Luka bakar luas, luka terbuka robek/dalam yang berat.
-
Pasien dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap Hydrocortisone, Chloramphenicol, atau bahan tambahan dalam krim.
-
Pasien dengan riwayat hipoplasia sumsum tulang atau diskrasia darah (terkait potensi risiko sistemik chloramphenicol, meskipun sangat jarang pada sediaan topikal).
Efek Samping
Secara umum ditoleransi dengan sangat baik pada area penggunaan topikal terbatas:
-
Efek Samping Lokal Transien: Sensasi perih menyengat ringan, gatal, atau iritasi lokal sesaat setelah dioleskan pada kulit yang terkelupas/lecet.
-
Reaksi Alergi: Reaksi hipersensitivitas kulit seperti dermatitis kontak alergika, ruam kemerahan lokal, atau gatal hebat.
-
Penggunaan Luas/Jangka Panjang: Risiko atrofi kulit ringan, timbulnya jerawat (steroid acne), serta risiko superinfeksi kuman yang resisten atau jamur.
Kategori Kehamilan & Menyusui
-
Kategori C (FDA Topikal): Penggunaan hydrocortisone dan chloramphenicol topikal pada wanita hamil harus dibatasi.
-
Penggunaan Hamil: Hanya digunakan jika potensi manfaat medis secara jelas melebihi risikonya terhadap janin, atas instruksi eksplisit dokter. Jika dianjurkan, aplikasikan pada area lesi yang terbatas/kecil dan untuk durasi sesingkat mungkin.
-
Penggunaan Menyusui: Dapat digunakan dengan hati-hati atas arahan dokter. Dilarang keras mengoleskan krim pada area dada atau payudara sebelum menyusui untuk mencegah tertelan oleh bayi.
Perhatian & Peringatan Keamanan
-
Efektivitas Kombinasi: Kombinasi ini sangat tepat untuk eksim/lecet yang terinfeksi kuman akibat garukan. Namun, hentikan penggunaan jika infeksi bakteri telah teratasi atau luka telah mengering tuntas.
-
Hindari Kontak Mata: Jangan dioleskan dekat area mata untuk mencegah risiko iritasi atau peningkatan tekanan intraokular.
-
Sediaan Luar: Sediaan ini murni untuk penggunaan luar pada kulit (topikal). Dilarang diaplikasikan pada membran mukosa dalam.
-
Simpan pada suhu di bawah 30°C, terhindar dari cahaya matahari langsung dan kelembapan, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Informasi Produk & Legalitas
-
Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah - Harus dengan Resep Dokter).
-
Produsen/Pemasar: PT Molex Ayus Pharmaceutical
-
Kemasan: Dus, Tube @ 10 gram.
-
Nomor Izin Edar (NIE): DKL9730904629A1