Kloderma 0.05% Cream 10 g
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Plaza MedikaKota Jakarta Barat , JKIn stock
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi
Kloderma 0.05% Cream 10 g adalah sediaan obat kortikosteroid topikal bermerek yang diproduksi oleh PT Surya Dermato Medica Laboratories (SDM). Tiap gram krim mengandung Clobetasol Propionate 0,5 mg (0.05%).
Clobetasol Propionate tergolong ke dalam kortikosteroid topikal golongan Super-Poten (Kelas I / Sangat Kuat). Obat ini bekerja secara lokal melalui efek antiinflamasi, antipruitik (anti-gatal), dan vasokonstriktif yang sangat kuat. Clobetasol menghambat pelepasan mediator kimia peradangan (seperti histamin dan prostaglandin), menekan migrasi sel leukosit ke area peradangan, serta meredakan pembengkakan dan gatal hebat pada penyakit kulit autoimun atau rekalsitran.
Indikasi
Pengobatan topikal jangka pendek untuk meredakan manifestasi peradangan berat dan gatal hebat pada dermatosis yang responsif terhadap kortikosteroid tetapi resisten/kebal terhadap kortikosteroid potency sedang-kuat, seperti:
-
Psoriasis vulgaris (termasuk plak psoriasis luas, tidak termasuk psoriasis plak meluas).
-
Eksim rekalsitran (eksim berat/kronis yang tebal dan membandel).
-
Lichen planus.
-
Lupus eritematosus diskoid (LLE).
-
Kondisi dermatosis inflamasi berat lainnya yang tidak memberikan respons adekuat terhadap steroid topikal yang lebih lemah.
Komposisi
Tiap gram sediaan mengandung:
-
Clobetasol Propionate 0,5 mg (0.05%)
Dosis dan Aturan Pakai
Peringatan Penting: Kloderma merupakan Obat Keras (Kortikosteroid Super-Poten). Penentuan dosis, area aplikasi, dan durasi terapi wajib berdasarkan resep dan pengawasan dokter spesialis kulit.
-
Dosis Lazim Dewasa & Anak > 12 Tahun:
-
Oleskan tipis-tipis pada area kulit yang bermasalah 1 hingga 2 kali sehari.
-
-
Batas Maksimum Pemakaian: Total dosis penggunaan DILARANG MELEBIHI 50 gram per minggu untuk mencegah penekanan aksis hipotalamus-pituitari-adrenal (HPA) secara sistemik.
-
Batas Durasi Terapi: Durasi pemakaian berturut-turut DIBATASI MAKSIMAL 2 MINGGU (14 hari). Segera konsul kembali ke dokter jika kondisi membaik atau belum ada perbaikan.
-
Aturan Pakai:
-
Bersihkan dan keringkan area kulit yang akan diolesi.
-
Usapkan krim secara tipis dan merata hanya pada area lesi yang meradang.
-
Cuci tangan hingga bersih setelah mengoleskan obat (kecuali jika area yang diobati adalah tangan).
-
DILARANG menutup area aplikasi dengan perban/pembalut kedap udara (occlusive dressing) kecuali atas instruksi eksplisit dari dokter.
-
Kontraindikasi
-
Infeksi kulit primer akibat jamur (seperti kurap, panu, atau kandidiasis), virus (seperti herpes simplex, cacar air), atau bakteri (seperti impetigo) yang tidak terobati.
-
Dermatitis perioral (peradangan kulit di sekitar mulut) dan Rosacea.
-
Acne vulgaris (jerawat) dan gatal pada area genital/perianal tanpa peradangan.
-
Anak-anak di bawah usia 12 tahun (risiko penyerapan sistemik dan penekanan adrenal sangat tinggi).
-
Pasien dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap Clobetasol Propionate atau bahan tambahan dalam krim.
Efek Samping
Penggunaan kortikosteroid super-poten yang tidak sesuai petunjuk atau digunakan dalam jangka panjang dapat memicu efek samping lokal maupun sistemik:
-
Efek Samping Lokal:
-
Penipisan kulit (atrofi kulit) permanen, hilangnya elastisitas kulit, dan munculnya striae (garis guratan kulit).
-
Pelebaran pembuluh darah halus kulit (telangiektasia).
-
Kulit kering, sensasi terbakar/perih, gatal, atau iritasi lokal.
-
Hipopigmentasi (perubahan warna kulit menjadi lebih terang).
-
Folikulitis atau timbulnya jerawat (steroid acne).
-
-
Efek Samping Sistemik (Penggunaan Luas/Lama):
-
Penekanan aksis HPA (sindrom Cushing transien, hiperglikemia, atau glukosuria) akibat absorpsi transdermal sistemik.
-
Kategori Kehamilan & Menyusui
-
Kategori C (FDA Topikal): Studi pada hewan menunjukkan efek teratogenik dari kortikosteroid topikal potent. Data terkontrol pada wanita hamil sangat terbatas.
-
Penggunaan Hamil: Kontraindikasi/tidak direkomendasikan untuk wanita hamil kecuali potensi manfaat medis secara jelas melebihi risikonya bagi janin, atas instruksi ketat dokter. Jika digunakan, jangan dalam jumlah besar atau durasi lama.
-
Penggunaan Menyusui: Tidak diketahui apakah clobetasol topikal diekskresikan ke dalam ASI. Pantang mengoleskan krim pada area payudara atau dada sebelum menyusui untuk mencegah tertelan oleh bayi.
Perhatian & Peringatan Keamanan
-
Hindari Area Kulit Sensitif: Dilarang keras mengoleskan Kloderma pada area wajah, lipatan ketiak, atau selangkangan (inguinal) tanpa arahan khusus dari dokter spesialis. Kulit pada area tersebut sangat tipis sehingga lebih rentan mengalami atrofi permanen dan penyerapan sistemik berlebih.
-
Efek Rebound: Hentikan penggunaan secara perlahan (tapering off) jika digunakan dalam durasi lama atas petunjuk dokter untuk mencegah terjadinya efek lonjakan peradangan kembali (rebound effect).
-
Hanya untuk penggunaan luar pada kulit (topikal). Hindari kontak dengan mata, hidung, atau mukosa dalam.
-
Simpan pada suhu di bawah 30°C, terhindar dari cahaya matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Informasi Produk & Legalitas
-
Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah - Harus dengan Resep Dokter).
-
Produsen/Pemasar: PT Surya Dermato Medica Laboratories (SDM)
-
Kemasan: Dus, Tube @ 10 gram.
-
Nomor Izin Edar (NIE): DKL8928601829A1