Skip to product information
Ketoconazole 200 mg 10 Tablet

Ketoconazole 200 mg 10 Tablet

Rp 750

Tersedia di Lokasi Berikut

  • Apotek Plaza Medika
    Kota Jakarta Barat , JK
    In stock
  • Apotek Nico Sehat Rawamangun
    Kota Jakarta Timur , JK
    In stock

Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang

Deskripsi

Ketoconazole 200 mg Tablet adalah obat antijamur (antifungal) sistemik oral golongan turunan imidazole generik esensial. Tiap tablet mengandung Ketoconazole 200 mg.

Ketoconazole bekerja secara sistemik setelah diserap melalui saluran cerna dengan menghambat enzim cytochrome P450 14α-demethylase pada sel jamur. Inhibisi ini memblokir konversi lanosterol menjadi ergosterol—komponen struktur utama membran sel jamur. Kerusakan membran ini mengganggu permeabilitas sel, menghambat pertumbuhan hifa, serta membunuh jamur patogen dari dalam sirkulasi darah.

Indikasi

Pengobatan infeksi jamur sistemik atau mikosis lokal berat membandel yang tidak merespons terapi topikal luar, serta bila penggunaan terapi oral dinilai esensial oleh dokter:

  • Kandidiasis mukokutan kronis berat dan kandidiasis oral/esofagus resisten.

  • Dermatofitosis/tinea berat yang meluas dan tidak responsif terhadap obat luar.

  • Infeksi jamur sistemik seperti histoplasmosis, blastomikosis, koksidioidomikosis, dan parakoksidioidomikosis.

Komposisi

Tiap tablet mengandung:

  • Ketoconazole 200 mg

Dosis dan Aturan Pakai

Peringatan Penting: Ketoconazole Tablet merupakan Obat Keras (Logo K Merah). Penentuan dosis dan durasi terapi wajib berdasarkan evaluasi serta resep ketat dari dokter.

  • Dewasa: Dosis lazim adalah 1 tablet (200 mg) sekali sehari. Jika respons klinis tidak memadai, dokter dapat meningkatkan dosis menjadi 2 tablet (400 mg) sekali sehari.

  • Anak-anak (di atas 2 tahun): 3,3–6,6 mg/kg BB sekali sehari (hanya atas indikasi khusus dokter).

  • Aturan Pakai:

    1. Wajib dikonsumsi segera setelah makan utama bersama segelas air putih penuh.

    2. Suasana asam lambung (gastric acidity) yang memadai mutlak diperlukan agar tablet dapat melarut dan diserap secara optimal oleh tubuh.

Kontraindikasi

  • Pasien dengan penyakit hati (liver) akut maupun kronis yang aktif (hepatotoxicity/cirrhosis).

  • Penggunaan bersamaan dengan obat-obatan yang dimetabolisme oleh CYP3A4 dan memperpanjang interval QT jantung (misalnya: cisapride, astemizole, terfenadine, quinidine, pimozide).

  • Penggunaan bersamaan dengan inhibitor HMG-CoA reduktase (simvastatin, lovastatin) karena meningkatkan risiko miopati.

  • Riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap Ketoconazole atau komponen antijamur azole lainnya.

  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Efek Samping

  • Hati/Hepatotoksisitas: Peningkatan enzim hati (SGOT/SGPT), hepatitis, atau kerusakan sel hati berat (terutama pada penggunaan jangka panjang).

  • Pencernaan: Mual, muntah, kram/nyeri ulu hati, diare, dan penurunan nafsu makan.

  • Endokrin/Hormonal: Ketoconazole menghambat sintesis kortisol dan testosterone, yang pada pria dapat memicu ginekomastia (pembesaran payudara), penurunan libido, atau oligospermia.

  • Sistem Saraf & Kulit: Sakit kepala, pusing, ruam kulit, dan gatal (pruritus).

Kategori Kehamilan & Menyusui

  • Kategori C (FDA Oral): Studi pada hewan menunjukkan efek teratogenik dan embriotoksik pada dosis tinggi.

  • Penggunaan Hamil: Kontraindikasi untuk wanita hamil karena risiko gangguan perkembangan janin, kecuali dalam kondisi darurat medis yang mengancam jiwa di mana tidak ada alternatif obat lain.

  • Menyusui: Ketoconazole dapat diekskresikan ke dalam ASI. Kontraindikasi bagi ibu menyusui; hentikan pemberian ASI jika terapi oral ini mutlak diperlukan.

Perhatian & Peringatan Keamanan

  • Peringatan Vital Fungsi Hati (Hepatotoksisitas): Lakukan tes fungsi hati (SGOT, SGPT, Bilirubin) sebelum memulai terapi dan secara berkala (minimal tiap bulan) selama pengobatan. Segera hubungi dokter jika muncul tanda gangguan hati (kulit/mata kuning, urin berwarna gelap, mual berat, atau tinja pucat).

  • Interaksi Asam Lambung: Obat Penekan Asam Lambung seperti Antasida, Antagonis H2 (Ranitidine), atau PPI (Omeprazole, Lansoprazole) akan menetralkan asam lambung dan menurunkan penyerapan Ketoconazole secara drastis. Berikan jeda waktu minimal 2 jam antara konsumsi antasida dan Ketoconazole.

  • Hindari konsumsi minuman beralkohol selama terapi untuk mencegah reaksi seperti disulfiram dan mengurangi beban kerja organ hati.

  • Simpan pada suhu di bawah 30°C, terhindar dari cahaya matahari langsung dan kelembapan, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Informasi Produk & Legalitas

  • Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah - Harus dengan Resep Dokter).

  • Produsen/Pemasar: Generik (PT Kimia Farma Tbk / PT Dexa Medica / PT Ifars / PT Hexpharm Jaya / dll.)

  • Kemasan: Dus, Strip @ 10 Tablet.

  • Nomor Izin Edar (NIE): GKL9805024110A1 (Dapat bervariasi sesuai produsen generik).




You may also like