Kenacort-A 0.1% Cream 10 g
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Plaza MedikaKota Jakarta Barat , JKIn stock
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi
Kenacort-A 0.1% Cream adalah obat kortikosteroid topikal potensi sedang-tinggi (moderate-to-potent) yang diproduksi oleh PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. Tiap 1 gram krim mengandung Triamcinolone Acetonide 1 mg (0.1%).
Triamcinolone Acetonide bekerja secara lokal menembus lapisan stratum corneum kulit untuk meredakan peradangan, menekan edema kapiler lokal, memblokir pelepasan mediator inflamasi, serta menenangkan rasa gatal hebat. Sediaan krim ini diformulasikan agar cepat meresap tanpa meninggalkan residu minyak yang tebal, sangat cocok untuk lesi kulit akut, membasah, atau daerah lipatan tubuh.
Indikasi
Pengobatan topikal pada berbagai kelainan kulit non-infeksi (dermatosis) yang responsif terhadap terapi kortikosteroid, seperti:
-
Dermatitis atopik (eksim atopik) berat.
-
Dermatitis kontak alergi atau dermatitis kontak iritan.
-
Dermatitis seboroik dan eksim numular.
-
Psoriasis lokal (terutama pada fase peradangan akut).
-
Liken planus dan neurodermatitis (liken simpleks kronis).
Komposisi
Tiap 1 gram sediaan krim mengandung:
-
Triamcinolone Acetonide 1 mg (0.1%)
Dosis dan Aturan Pakai
Peringatan Penting: Kenacort-A Cream merupakan Obat Keras (Logo K Merah). Penentuan dosis, area aplikasi, dan durasi terapi wajib berdasarkan resep serta petunjuk dari dokter.
-
Dosis: Oleskan secara tipis dan merata pada area kulit yang terinfeksi/beradang sebanyak 2 hingga 3 kali sehari.
-
Aturan Pakai:
-
Bersihkan dan keringkan area kulit yang akan diobati secara perlahan.
-
Oleskan krim secukupnya secara tipis hanya pada area kulit yang bergejala (gatal/merah/bengkak).
-
Gosok dengan lembut hingga krim meresap sepenuhnya.
-
Durasi Terapi: Batasi penggunaan maksimal 2 minggu berturut-turut kecuali atas instruksi khusus dari dokter untuk mencegah atrofi kulit.
-
Kontraindikasi
-
Pasien dengan riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap Triamcinolone Acetonide atau bahan tambahan sediaan krim.
-
Infeksi kulit primer yang disebabkan oleh:
-
Jamur: Tinea (kurap, panu, kutu air).
-
Virus: Herpes simpleks, varicella (cacar air), atau vaccinia.
-
Bakteri: Impetigo, pioderma, atau luka bernanah yang belum ditangani antibiotik.
-
-
Dermatitis perioral (peradangan kulit sekitar mulut), rosacea, dan jerawat (acne vulgaris).
-
Luka terbuka yang dalam, luka bakar berat, atau area kulit yang menipis.
Efek Samping
Penggunaan topikal yang wajar umumnya ditoleransi dengan baik. Namun, penggunaan berlebihan, jangka panjang, atau pada area yang luas dapat memicu efek samping lokal maupun sistemik:
-
Reaksi Lokal: Sensasi terbakar, gatal, iritasi, kulit kering, atau kemerahan (erythema).
-
Penggunaan Jangka Panjang/Area Luar: Atrofi kulit (penipisan jaringan kulit), striae (garis-garis retakan kulit), telangiektasia (pelebaran pembuluh darah halus), hipopigmentasi, hipertrikosis (pertumbuhan rambut berlebih), serta infeksi sekunder.
-
Absorpsi Sistemik: Pemakaian berlebih dapat memicu efek sistemik kortikosteroid seperti supresi poros HPA (Hypothalamic-Pituitary-Adrenal).
Kategori Kehamilan & Menyusui
-
Kategori C (FDA): Teratogenisitas topikal telah ditunjukkan pada uji hewan coba dengan dosis tinggi. Penyerapan sistemik dapat terjadi jika diaplikasikan pada area kulit yang luas atau dalam jangka panjang.
-
Penggunaan Hamil: Tidak direkomendasikan untuk digunakan secara bebas oleh wanita hamil. Hanya digunakan jika dianjurkan oleh dokter dengan membatasi area dan durasi pemakaian.
-
Menyusui: Belum diketahui apakah topikal Triamcinolone diekskresikan ke dalam ASI. Hindari pengolesan krim di area dada/payudara untuk mencegah tertelan oleh bayi secara tidak sengaja.
Perhatian & Peringatan Keamanan
-
Hindari Area Mata: Dilarang keras mengoleskan krim ini pada area di sekitar mata, kelopak mata, atau mukosa mata untuk mencegah risiko penyerapan yang dapat meningkatkan tekanan intraokular (risiko glaukoma atau katarak).
-
Larangan Balutan Rapat (Occlusive Dressing): Jangan menutup area kulit yang diolesi krim menggunakan perban rapat, kain kedap air, atau popok ketat (pada bayi) kecuali atas petunjuk spesifik dokter, karena dapat meningkatkan penyerapan sistemik secara signifikan.
-
Jika terjadi iritasi berat atau tanda-tanda infeksi sekunder (keluar nanah), hentikan penggunaan dan segera konsultasikan dengan dokter.
-
Simpan pada suhu di bawah 30°C, terhindar dari cahaya matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Informasi Produk & Legalitas
-
Golongan Obat: Obat Keras (Logo K Merah - Harus dengan Resep Dokter).
-
Produsen/Pemasar: PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk
-
Kemasan: Dus, Tube @ 10 gram krim.
-
Nomor Izin Edar (NIE): DKL1124402029A1