Isoniazid 100 mg 10 Tablet
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Plaza MedikaKota Jakarta Barat , JKIn stock
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki masa kadaluarsa yang cukup sehingga Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi
Isoniazid 100 mg adalah obat antituberkulosis (OAT) generik esensial lini pertama golongan bakterisid yang sangat spesifik (Turunan asam isonikotinat). Efek farmakologisnya bekerja masuk menembus barier sel bakteri patogen, menghambat secara spesifik biosintesis asam mikolat (mycolic acid) yang merupakan komponen mutlak penyusun integritas dinding sel bakteri Mycobacterium tuberculosis, memicu kelumpuhan dan disintegrasi sel kuman secara responsif and ekonomis.
Indikasi
Pengobatan infeksi penyakit Tuberkulosis (TBC) paru maupun ekstra-paru (wajib dikombinasikan bersama OAT lini pertama lainnya), serta digunakan tunggal monoterapi sebagai terapi pencegahan profilaksis TBC (Latent Tuberculosis Infection / LTBI) bagi kontak erat pasien TBC.
Komposisi
Isoniazid (INH) 100 mg per tablet.
Dosis dan Aturan Pakai
Dosis Pengobatan Dewasa: Ditakar akurat oleh dokter paru berdasarkan bobot badan kg (Panduan standar dosis: 5 mg/kgBB per hari sebagai dosis tunggal sekali sehari, maksimal harian 300 mg).
Aturan Pakai: Wajib dikonsumsi murni 1 kali sehari di PAGI HARI saat keadaan perut BENAR-BENAR KOSONG (minimal 1 jam SEBELUM MAKAN atau 2 jam SESUDAH MAKAN) bersama air putih. Rejimen OAT wajib ditelan tertib berbulan-bulan tanpa putus 1 hari pun sampai dinyatakan sembuh total oleh dokter paru.
Kontraindikasi
Pasien penderita gangguan penyakit kelainan hati liver akut aktif (drug-induced hepatitis), riwayat penyakit kuning disfungsi hepar pasca konsumsi INH terdahulu, penderita psikosis akut, serta hipersensitivitas.
Efek Samping
Toksisitas hati (hepatotoksik ditandai mual muntah kuning, lemas), Neuritis Perifer (gejala kerusakan saraf gatal kesemutan kram baal mati rasa pada jari tangan kaki akibat INH memicu hambatan sekresi ekskresi Vitamin B6), pusing kepala, serta ruam kulit alergi.
Kategori Kehamilan & Menyusui
Kategori C: Dapat menembus sirkulasi darah plasenta rahim janin. Namun pedoman nasional kemenkes/WHO menetapkan terapi Isoniazid tetap wajib dilanjutkan ibu hamil penderita TBC aktif demi menumpas infeksi kuman ibu yang mengancam keselamatan rahim janin, di bawah kawalan resep ketat.
Principal
Generik (Diproduksi oleh PT Kimia Farma Tbk / PT Phapros Tbk / PT Indofarma Tbk)
Nomor Izin Edar (NIE)
GKL2344407210A1
Obat ini merupakan obat Generik. Nomor Registrasi dapat berbeda sesuai dengan ketersediaan stock Apotek.
Golongan Obat
Obat Keras (Logo K Merah - Harus dengan Resep Dokter)
Perhatian & Catatan Tambahan
Peringatan Wajib Vitamin Pendamping Saraf: Untuk menekan dan menolak efek samping keluhan saraf kesemutan kebas (neuritis perifer) akibat konsumsi INH ini, pasien sangat dianjurkan rutin meminum suplemen Vitamin B6 (Pyridoxine HCl 10 mg - 25 mg sehari) bersinergi harian harian. Pantang minum alkohol keras selama terapi karena melipatgandakan risiko hepatitis liver parah fatal mengancam nyawa.