Danasone 0.5 mg 10 Tablet
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Plaza MedikaKota Jakarta Barat , JKIn stock
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki sisa masa berlaku minimal 6 bulan agar Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi
Danasone 0.5 mg adalah obat kortikosteroid sintetik bermerek yang diproduksi oleh PT Hexpharm Jaya (Kalbe Group). Setiap tablet mengandung zat aktif Dexamethasone 0.5 mg, yang termasuk dalam golongan glukokortikoid poten.
Mekanisme kerja Dexamethasone melibatkan efek antiinflamasi dan imunosupresan yang kuat. Obat ini bekerja dengan cara menstabilkan membran lisosom sel, memblokir pelepasan mediator alergi dan sitokin pro-inflamasi, menurunkan permeabilitas pembuluh darah kapiler, serta menekan aktivitas sistem imun yang overaktif. Melalui jalur tersebut, Danasone secara efektif mampu meredakan berbagai reaksi peradangan dan alergi berat pada tubuh.
Indikasi
-
Penanganan kondisi peradangan hebat dan manifestasi alergi parah yang tidak responsif terhadap terapi konvensional (misalnya: asma bronkial kronis, dermatitis kontak, dermatitis atopik berat, rhinitis alergi).
-
Terapi penunjang pada penyakit kolagen dan reumatik, seperti rheumatoid arthritis, radang sendi kronis, dan systemic lupus erythematosus (SLE).
-
Penanganan penyakit autoimun dan kondisi syok tertentu (di bawah pengawasan medis).
Komposisi
Tiap 1 tablet mengandung:
-
Dexamethasone 0.5 mg.
Dosis dan Aturan Pakai
-
Dosis Dewasa (Inisiasi): Berkisar antara 0.5 mg hingga 9 mg per hari, yang dibagi ke dalam 2 hingga 4 waktu minum. Dosis bersifat sangat individual dan wajib disesuaikan serta dievaluasi secara ketat oleh dokter berdasarkan jenis penyakit serta respons klinis pasien.
-
Aturan Pakai: Wajib diminum segera sesudah makan guna meminimalkan risiko iritasi atau kikisan pada mukosa lambung (mencegah keluhan gastritis/maag). Telan tablet dengan bantuan air putih.
Kontraindikasi
-
Pasien dengan riwayat hipersensitivitas atau reaksi alergi terhadap Dexamethasone atau golongan obat kortikosteroid lainnya.
-
Penderita infeksi jamur sistemik yang aktif.
-
Penderita infeksi virus aktif (seperti varisela/cacar air dan herpes).
-
Pasien dengan riwayat tukak lambung (ulkus peptikum) aktif yang berisiko berdarah.
-
Penderita gangguan jiwa berat (psikosis akut).
-
Pasien yang baru saja atau dalam waktu dekat akan menerima imunisasi dengan vaksin hidup (efek imunosupresi obat dapat menurunkan efektivitas vaksin atau memicu replikasi virus vaksin).
Efek Samping
Efek samping umumnya berkaitan dengan durasi pemakaian dan besaran dosis. Penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dapat memicu:
-
Sindrom Cushing Iatrogenik: Ditandai dengan muka sembab akibat retensi cairan dan garam (moon face), punuk lemak (buffalo hump), serta kenaikan berat badan yang signifikan.
-
Gangguan metabolisme berupa hiperglikemia (peningkatan kadar gula darah) dan penurunan toleransi glukosa.
-
Pengeroposan tulang (osteoporosis) serta kelemahan otot (miopati).
-
Iritasi saluran pencernaan, peningkatan asam lambung, hingga risiko perdarahan tukak lambung.
-
Supresi sistem imun yang menyebabkan tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri, virus, atau jamur.
Kategori Kehamilan & Menyusui
-
Kategori C: Studi pada hewan percobaan menunjukkan adanya efek teratogenik. Penggunaan kortikosteroid pada trimester akhir berisiko memicu terjadinya supresi fungsi kelenjar adrenal pada janin.
-
Peringatan Klinis: Obat ini tidak boleh dikonsumsi secara mandiri oleh wanita hamil. Penggunaan hanya dibenarkan jika manfaat terapeutik yang didapatkan ibu jauh lebih besar daripada risiko potensial pada janin, dan harus di bawah pengawasan ketat dokter spesialis kandungan. Dexamethasone juga dapat terserap ke dalam ASI, sehingga tidak direkomendasikan selama masa menyusui kecuali atas indikasi medis yang mendesak.
Perhatian & Peringatan Keamanan
-
Peringatan Krisis Adrenal (Sangat Penting): Pasien dilarang keras menghentikan konsumsi obat ini secara mendadak (abrupt withdrawal) setelah penggunaan rutin selama beberapa minggu. Penghentian tiba-tiba dapat memicu insufisiensi adrenal akut (krisis adrenal) yang berbahaya bagi nyawa. Proses penghentian atau penurunan dosis obat wajib dilakukan secara bertahap (tapering off) di bawah instruksi dan pemantauan dokter.
-
Hati-hati penggunaan pada penderita diabetes melitus, hipertensi, gagal jantung kronis, gangguan fungsi ginjal, dan osteoporosis.
-
Simpan obat pada tempat yang kering, sejuk (di bawah suhu 30°C), terlindar dari paparan cahaya matahari langsung, serta jauh dari jangkauan anak-anak.
Informasi Produk & Legalitas
-
Golongan Produk: Obat Keras (Harus menggunakan Resep Dokter / Logo K Merah).
-
Produsen/Principal: PT Hexpharm Jaya (Kalbe Group) - Indonesia
-
Kemasan: Dus, isi blister (Varian kemasan strip isi 10 Tablet).
-
Nomor Izin Edar (NIE): BPOM DKL0208505710A1