Chloramfecort Cream 10 g
Tersedia di Lokasi Berikut
-
Apotek Plaza MedikaKota Jakarta Barat , JKIn stock
-
Apotek Nico Sehat RawamangunKota Jakarta Timur , JKIn stock
Kami memastikan setiap produk yang dikirim memiliki masa kadaluarsa yang cukup sehingga Anda dapat menggunakannya dengan tenang
Deskripsi
Chloramfecort Cream adalah sediaan krim topikal kombinasi antiinflamasi-antibakteri bermerek dari Kimia Farma. Memadukan Chloramphenicol (antibiotik spektrum luas yang menghentikan sintesis protein bakteri) dengan Hydrocortisone Acetate (kortikosteroid antiinflamasi ringan). Kombinasi sinergis ini bekerja sangat baik meredakan kemerahan, bengkak, dan gatal gatal alergi kulit sekaligus membasmi kontaminasi bakteri sekunder.
Indikasi
Pengobatan topikal penyakit dermatitis (eksim) kulit, dermatitis kontak alergi, infeksi kulit bernanah ringan, atau alergi gatal eksim koin yang terinfeksi bakteri sekunder yang peka terhadap chloramphenicol.
Komposisi
Tiap 1 gram krim mengandung: Chloramphenicol 20 mg (2%) dan Hydrocortisone Acetate 10 mg (1%) dalam tube 10 gram.
Dosis dan Aturan Pakai
Dosis: Oleskan tipis-tipis pada area kulit yang bermasalah sebanyak 3 - 4 kali sehari.
Aturan Pakai: Bersihkan area lesi kulit, keringkan lembut, lalu aplikasikan krim secara merata hanya pada kulit yang sakit. Batasi total durasi penggunaan maksimal 7-10 hari.
Kontraindikasi
Penyakit kulit akibat infeksi virus (herpes/cacar air), infeksi jamur kulit primer (panu/kurap), tuberkulosis kulit, acne vulgaris, serta luka bakar terbuka parah dalam.
Efek Samping
Iritasi kulit lokal minor sementara, rasa perih menyengat sesaat di atas kulit terkelupas, kulit kemerahan.
Kategori Kehamilan & Menyusui
Kategori C: Komponen steroid Hydrocortisone termasuk golongan ringan dengan profil keamanan lokal tinggi, namun karena mengandung Chloramphenicol, penggunaan pada wanita hamil wajib dibatasi harian atas resep pengawasan dokter.
Principal
PT Kimia Farma
Nomor Izin Edar (NIE)
DKL7212416529A1
Golongan Obat
Obat Keras (Logo K Merah - Harus dengan Resep Dokter)
Perhatian & Catatan Tambahan
Hanya untuk pemakaian luar pada kulit badan, dilarang dioleskan pada membran mukosa mata atau dalam hidung mulut. Gunakan secara tertib jangka pendek guna meminimalkan risiko resistensi bakteri kulit local harian Anda.